Kepolisian Polandia bertindak setelah mendapat informasi mengenai seorang penelepon gelap yang menyebutkan ada bom di pesawat tersebut. Namun setelah diselidiki, ini hanyalah ulah orang iseng.
Juru bicara kepolisian Warsawa mengatakan, si penelepon telah ditahan setelah polisi menelusuri asal telepon tersebut. Pelaku adalah seorang pria berumur 48 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak Ryanair mengatakan, pesawat sedang berada di landasan di bandara Modlin, menunggu untuk proses boarding sebelum penerbangan ke Oslo, Norwegia, ketika telepon soal bom itu masuk. Bandara itu pun langsung ditutup sementara untuk semua penerbangan dan pendaratan.
"Ryanair benar-benar meminta maaf kepada para pelanggan tujuan Oslo atas ketidaknyamanan yang disebabkan oleh telepon tipuan ini," demikian statemen Ryanair.
Sebelumnya, juru bicara bandara Modlin mengatakan, pesawat Ryanair tersebut harus mendarat darurat karena kecurigaan adanya bom di dalam pesawat. Namun hal ini dibantah oleh pihak Ryanair. "Tak ada pendaratan darurat," kata juru bicara maskapai budget itu.
(ita/ita)











































