Disampaikan kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights seperti dilansir Reuters, Kamis (25/6/2015), serangan ini merupakan serangan pertama ISIS sejak mereka kehilangan posisi di Tel Abyad, Provinsi Raqqa, yang menjadi salah satu markas kuat militan radikal ini di Suriah.
Serangan ISIS ini dimulai pada Rabu (24/6) malam waktu setempat di kota Hasaka. ISIS menyerang posisi militer Suriah di kota tersebut. Pada saat yang nyaris bersamaan, ISIS juga menyerang kota Kobane yang dikuasai oleh milisi Kurdi. Kobane terletak di dekat perbatasan Turki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan serangan ISIS di Kobane diawali dengan serangan bom mobil. Ledakan bom mobil itu mengguncang wilayah di dekat perlintasan perbatasan dengan Turki. ISIS kemudian melancarkan serangan bersenjata terhadap pasukan Kurdi di Kobane.
Dalam keterangan terpisah, pejabat milisi Kurdi YPG menuturkan ISIS menyerang Kobane dari tiga lokasi yang berbeda. Menurut Syrian Observatory, belasan orang tewas maupun luka-luka akibat serangan ISIS.
Sedangkan otoritas rumah sakit setempat menuturkan kepada Reuters, sedikitnya 12 orang tewas akibat serangan bom dan gempuran ISIS di Kobane. Sebanyak 70 orang lainnya dilaporkan luka-luka akibat serangan yang sama.
Pasukan Kurdi, yang dibantu serangan udara koalisi Amerika Serikat, berhasil merebut Kobane dari ISIS pada akhir Januari lalu, setelah empat bulan sebelumnya dikuasai ISIS. Hingga kini, ISIS masih berupaya keras untuk merebut kembali Kobane. (nvc/ita)











































