Sejak April lalu, otoritas China semakin memperketat aturan keselamatan pangan demi menghilangkan reputasi skandal keamanan makanan yang kerap melanda negara ini. Mulai dari daging keledai yang terkontaminasi daging rubah, hingga susu yang terkontamiansi zat kimia industri, melamin yang menewaskan 6 bayi pada tahun 2008 lalu. Baru-baru ini, otoritas China meluncurkan operasi melawan penyelundupan daging beku dan daging sapi.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (24/6/2015), operasi ini berujung pada penangkapan 21 geng kriminal sepanjang Juni ini. Sedangkan lebih dari 100 ribu ton daging selundupan, termasuk sayap ayam, daging sapi maupun babi, berhasil disita. Dalam satu operasi penggerebekan di Provinsi Hunan, dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua, polisi berhasil menangkap 20 tersangka sekaligus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat bau, dan saya nyaris muntah ketika membuka pintu," tutur pejabat bea cukai setempat, Zhang Tao kepada surat kabar China Daily.
Secara terpisah, sumber industri China menyebut ratusan ton daging sapi diselundupkan ke wilayah China melalui Hong Kong dan Vietnam. Daging-daging ini diselundupkan dari beberapa negara seperti Brasil dan India, demi menghindari pembatasan impor China.
Daging memang bisa bertahan lama jika terus dibekukan. Namun daging yang diselundupkan seringkali disimpan dalam kondisi buruk sehingga mengalami pencairan berulang kali dan kondisinya pun memburuk.
"Untuk menghemat biaya, para penyelundup sering menyewa kendaraan biasa, bukannya kendaraan berpendingin. Jadi daging ini mengalami pencairan berulang kali sebelum mencapai konsumen," terang pejabat antipenyelundupan di Changsha, Yang Bo. (nvc/ita)










































