18 Orang Tewas dalam Bentrokan Polisi China dan Muslim Uighur

18 Orang Tewas dalam Bentrokan Polisi China dan Muslim Uighur

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 24 Jun 2015 13:16 WIB
18 Orang Tewas dalam Bentrokan Polisi China dan Muslim Uighur
muslim Uighur di Xinjiang (Getty Images)
Beijing, - Warga muslim Uighur terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian di wilayah Xinjiang, China. Akibatnya, setidaknya 18 orang tewas.

Menurut Radio Free Asia seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (24/6/2015), dalam insiden itu, warga Uighur menyerang polisi dengan pisau dan bom di pos pemeriksaan lalu lintas di distrik Tahtakoruk, kota Kashgar. Insiden ini terjadi di tengah ketegangan di wilayah Xinjiang, yang beberapa tahun terakhir dilanda konflik antara warga muslim Uighur dengan warga mayoritas Han China.

Menurut Radio Free Asia, warga Uighur menewaskan tiga polisi dengan pisau dan bom. Insiden itu terjadi setelah beberapa warga Uighur yang berada dalam sebuah mobil, melewati pos pemeriksaan lalu lintas dengan kecepatan penuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aparat polisi bersenjata kemudian membalas serangan dan menewaskan 15 tersangka "yang disebut sebagai teroris". Demikian disampaikan Radio Free Asia yang mengutip keterangan Turghun Memet, perwira polisi setempat.

Insiden pada Senin, 22 Juni tersebut menambah panjang daftar serangan yang marak terjadi di wilayah Xinjiang dalam tiga tahun terakhir. Otoritas Beijing menyalahkan para militan Uighur atas serangan-serangan yang telah menewaskan ratusan orang tersebut.

Menurut kelompok-kelompok Uighur di pengasingan dan para aktivis HAM, kebijakan represif pemerintah China di Xinjiang, termasuk kontrol atas Islam dan budaya Uighur, telah memicu konflik di wilayah tersebut. Namun pemerintah Beijing membantah hal tersebut.

Ramadan adalah waktu sensitif di sini. Media pemerintah dan website pemerintah Xinjiang telah menerbitkan cerita dan pemberitahuan resmi tahun ini meminta anggota Partai Komunis, PNS, pelajar dan guru untuk tidak berpuasa Ramadan.


(ita/ita)


Berita Terkait