Menurut Radio Free Asia seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (24/6/2015), dalam insiden itu, warga Uighur menyerang polisi dengan pisau dan bom di pos pemeriksaan lalu lintas di distrik Tahtakoruk, kota Kashgar. Insiden ini terjadi di tengah ketegangan di wilayah Xinjiang, yang beberapa tahun terakhir dilanda konflik antara warga muslim Uighur dengan warga mayoritas Han China.
Menurut Radio Free Asia, warga Uighur menewaskan tiga polisi dengan pisau dan bom. Insiden itu terjadi setelah beberapa warga Uighur yang berada dalam sebuah mobil, melewati pos pemeriksaan lalu lintas dengan kecepatan penuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden pada Senin, 22 Juni tersebut menambah panjang daftar serangan yang marak terjadi di wilayah Xinjiang dalam tiga tahun terakhir. Otoritas Beijing menyalahkan para militan Uighur atas serangan-serangan yang telah menewaskan ratusan orang tersebut.
Menurut kelompok-kelompok Uighur di pengasingan dan para aktivis HAM, kebijakan represif pemerintah China di Xinjiang, termasuk kontrol atas Islam dan budaya Uighur, telah memicu konflik di wilayah tersebut. Namun pemerintah Beijing membantah hal tersebut.
Ramadan adalah waktu sensitif di sini. Media pemerintah dan website pemerintah Xinjiang telah menerbitkan cerita dan pemberitahuan resmi tahun ini meminta anggota Partai Komunis, PNS, pelajar dan guru untuk tidak berpuasa Ramadan.
(ita/ita)










































