Festival Daging Anjing Mulai Kehilangan Pamor di Publik China

Festival Daging Anjing Mulai Kehilangan Pamor di Publik China

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 23 Jun 2015 14:40 WIB
Festival Daging Anjing Mulai Kehilangan Pamor di Publik China
Reuters
Beijing - Festival daging anjing di Yulin, China tetap digelar meski menuai kritikan internasional. Namun sebenarnya, festival tahunan ini mulai kehilangan pamor di kalangan masyarakat China.

Festival makan daging anjing ini digelar bulan Juni setiap tahun di wilayah Yulin, Provinsi Guangxi sebagai perayaan titik balik matahari atau hari paling panas sepanjang musim panas di China. Festival ini dianggap sebagai tradisi penting yang sudah berlangsung sejak tahun 2009 lalu. Kendati demikian, festival ini bukanlah budaya yang menyebar luas di China, melainkan hanya terbatas di beberapa kota.

Untuk penyelenggaraan tahun ini, banyak kritikan muncul terutama lewat media sosial Twitter dengan hashtag #StopYulin2015 untuk menyebarkan petisi via Change.org yang isinya menyerukan kepada Gubernur Provinsi Guangxi untuk menghentikan festival ini. Demikian seperti dilansir International Business Times, Selasa (23/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun tidak banyak diketahui bahwa analisis dari media sosial China, Weibo menunjukkan masyarakat umum di China berada di pihak yang sama. Laporan surat kabar Partai Komunis China, People's Daily menyebutkan #YulinDogMeatFestivals menjadi topik pembahasan utama di Weibo, dengan lebih dari 350 ribu pesan menentang acara tersebut.

Sedangkan data yang disampaikan mesin pencari online terbesar China, Baidu menunjukkan ketertarikan publik China terhadap festival ini semakin menurun dari tahun ke tahun. Pencarian kata 'daging anjing' di mesin pencari terus berkurang dalam 7 hari terakhir, atau sekitar 38 persen setiap tahun.

Tidak jauh berbeda, pencarian kata 'festival daging anjing' juga mengalami penurunan sekitar 57 persen setiap tahunnya. Istilah lain terkait festival tersebut, seperti 'bagaimana memasak daging anjing' dan 'kapan festival digelar' juga mengalami penurunan.

Mengkonsumsi daging anjing bukan perbuatan melanggar hukum di China. Penurunan ini kemungkinan besar dipicu beberapa faktor, antara lain meningkatnya ketertarikan warga memelihara anjing dan otoritas kesehatan yang gencar menyerukan risiko kesehatan dalam mengkonsumsi daging anjing.

Meningkatnya ketertarikan warga untuk memiliki hewan peliharaan, terutama anjing disinyalir memberikan kontribusi paling besar pada berkurangnya popularitas festival ini. Terlebih sekarang diperkirakan 30 juta keluarga di China memelihara anjing.

Selain Yulin, wilayah Jinhua di Provinsi Zhejiang juga menggelar festival yang sama. Namun pada tahun 2011 lalu, otoritas Jinhua membatalkan festival yang sudah berusia 600 tahun ini setelah menuai banyak kritikan. (nvc/ita)


Berita Terkait