Operasi bernama Operation of Broken Heart ini, bertujuan untuk melindungi anak-anak di AS. Operasi ini berlangsung selama dua bulan pada bulan April dan Mei lalu. Demikian seperti disampaikan Departemen Kehakiman AS dan dilansir Reuters, Selasa (23/6/2015).
Dalam operasi ini, otoritas AS melacak pelaku kejahatan seks yang menggunakan internet untuk membujuk dan menghasut anak-anak maupun remaja. Para pelaku kejahatan seks ini menggiring anak-anak ke dunia eksploitasi seksual secara komersial, pornografi anak dan wisata seks anak di luar negeri.
Penangkapan ini berasal dari sejumlah wilayah di AS, salah satunya Texas, di mana 17 pria diadili atas dakwaan pidana berlapis, mulai dari menguntit anak-anak di internet untuk seks hingga kepemilikan dan penyebaran pornografi anak.
Di antara mereka yang ditangkap di Texas, terdapat tiga tentara dan seorang mantan karyawan Boys and Girls Club di Central Texas. Tidak disebut lebih lanjut, wilayah mana saja yang menjadi sasaran operasi ini.
"Predator menggunakan teknologi dengan niat jahat dan dalam cara yang inventif untuk menjangkau anak-anak yang menjadi korban lintas negara bagian dan bahkan lintas negara," tutur pejabat program pencegahan kenakalan dan keadilan remaja Departemen Kehakiman AS, Robert Listenbee.
Tahun lalu, operasi yang sama berhasil menjaring 275 tersangka kejahatan seks terhadap anak. (nvc/ita)











































