Ledakan bom tersebut terjadi pada Senin (22/6) sore waktu setempat di dekat pasar ikan di kota Maiduguri, yang beberapa pekan terakhir telah beberapa kali menjadi target serangan bom termasuk aksi bom bunuh diri.
"Kami mendengar ledakan keras sekitar pukul 15.50 ketika kami sedang bersiap untuk salat asar," ujar Danlami Ajaokuta, warga setempat seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (23/6/2015).
Dikatakannya, menurut keterangan para korban yang selamat, seorang wanita muda mendekati masjid yang dipenuhi banyak orang dengan menjajakan hidangan ikan. Wanita itu sempat berteriak-teriak menjajakan dagangannya sebelum tiba-tiba terjadi ledakan.
"Tiba-tiba, dagangan ikannya, yang jelas mengandung bahan peledak itu, meledak. Dia pun hancur berkeping-keping," tuturnya.
Menurut warga setempat, pengebom bunuh diri tersebut adalah gadis berumur 17 tahun. Namun kepastian usia ini tak bisa dikonfirmasi.
Gadis kedua terlihat berlari menjauh dari masjid dan kemudian meledak, dan hanya menewaskan dirinya sendiri.
Otoritas setempat menuding kelompok militan Boko Haram mendalangi serangan bom tersebut. Namun sejauh ini belum ada klaim dari Boko Haram atas serangan bom tersebut.
Sebelumnya, kelompok Boko Haram dilaporkan telah menggunakan anak-anak perempuan dan wanita muda dalam serangan-serangan bom bunuh diri yang terjadi sejak pertengahan tahun 2014 lalu. (ita/ita)











































