"Seorang pengebom bunuh diri meledakkan dirinya persis di luar gedung parlemen dan beberapa petempur mengambil posisi di gedung dekat parlemen," ujar juru bicara kepolisian Kabul, Ebadullah Karimi seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (22/6/2015).
Semua anggota parlemen dilaporkan berlarian keluar dari gedung dalam insiden itu. Mereka semua dinyatakan selamat.
"Itu ledakan dahsyat yang mengguncang gedung dan menghancurkan kaca-kaca jendela. Kami berada di tempat aman sekarang," tutur anggota parlemen Shukria Barekzai.
Kelompok militan Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. "Kami telah melancarkan serangan ke parlemen saat berlangsung pertemuan penting untuk memperkenalkan menteri pertahanan negara," cetus juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.
Penyerangan ini terjadi menyusul jatuhnya distrik Dasht-e-Archi di provinsi Kunduz ke tangan kelompok Taliban hari ini. Ini merupakan distrik kedua yang dikuasai Taliban dalam beberapa hari ini. Sebelumnya, ratusan militan Taliban menyerang dan menguasai distrik Chardara, di dekat Dasht-e-Archi.
"Taliban berhasil menguasainya pagi tadi seiring wilayah tersebut telah dikepung berhari-hari," tutur gubernur distrik setempat, Nasruddin Saeedi.
"Ada banyak petempur asing dengan senjata-senjata mesin berat. Kami telah meminta tambahan pasukan, tapi tak ada yang datang," keluhnya. (ita/ita)











































