Kuatnya dukungan publik dapat mendorong hukuman mati kepada Roof saat dia divonis nanti. Sama seperti yang terjadi dalam kasus pengebom marathon Boston, Dzhokhar Tsarnaev. Demikian ujar sejumlah otoritas seperti dilansir Reuters, Senin (22/6/2015).
"Ini sama saja dengan pengebom Boston," tegas Miller Shealy, mantan Asisten Jaksa Agung South Carolina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari catatan negara bagian South Carolina yang memiliki rekor vonis mati keempat tertinggi di Amerika Serikat, ada satu hal yang mungkin dapat melawan putusan hukuman mati dalam kasus Charleston tersebut.
Dengan cerminan religius, pihak keluarga korban yang bersedih memaafkan pelaku ketika menjalani persidangan pertamanya pada Jumat lalu. Walaupun tidak ada dari mereka yang menyatakan kepada publik apakah mereka meminta jaksa untuk menuntut mati, para ahli hukum menyebut sikap belas asih mereka menunjukkan bahwa mereka menentang hukuman mati.
"Semua jaksa menyebut bahwa mereka terpengaruh pada keluarga korban. Itu merupakan salah satu faktor tapi bukan faktor terbesar," ucap Eric M Freedman, seorang profesor hak konstitusional di Maurice A. Deane School of Law di Hofstra University.
Ada banyak preseden ketika keluarga korban meminta jaksa untuk menjatuhkan hukuman seumur hidup dibandingkan vonis mati. Hal itu diucapkan oleh Robert Dunham selaku Direktur Eksekutif Death Penalty Information Center (DPIC), organisasi non profit penentang hukuman mati di Washington.
Pada Rabu (17/6) malam waktu setempat, sembilan orang tewas dalam aksi penembakan brutal di Gereja Emanuel AME. Kepolisian setempat telah menyatakan insiden ini sebagai kejahatan karena kebencian. Gereja Emanuel AME merupakan salah satu gereja terbesar dan tertua bagi warga kulit hitam di wilayah tersebut. Gereja yang selesai dibangun pada tahun 1891 itu dianggap sebagai gedung yang sangat bersejarah.
Penembakan bermotif rasis ini mengingatkan pada pengeboman di gereja Afrika-Amerika di Birmingham, Alabama, yang menewaskan empat anak perempuan pada tahun 1960-an silam. (dhn/fdn)










































