Pelaku Penembakan Gereja AS Terancam Hukuman Mati

Pelaku Penembakan Gereja AS Terancam Hukuman Mati

Dhani Irawan - detikNews
Senin, 22 Jun 2015 05:19 WIB
Pelaku Penembakan Gereja AS Terancam Hukuman Mati
Jakarta - Kepala Kejaksaan Charleston belum memutuskan ancaman pidana tuntutan hukuman mati kepada Dylann Storm Roof yang melakukan penembakan brutal di sebuah gereja beberapa waktu lalu. Negara bagian South Carolina memang memiliki sejarah hukuman mati.

Di South Carolina, tingkat eksekusi mati yaitu 8,3 persen dari 10 ribu orang dan menjadikannya urutan ketujuh teratas di seluruh Amerika Serikat. Data itu didapat berdasarkan Death Penalty Resource and Defense Center, sebuah kelompok yang menentang hukuman mati. Demikian dilansir Reuters, Senin (22/6/2015).

Sejak tahun 1979, 180 orang telah dikirim untuk dieksekusi mati, jelas kelompok itu. Serta 43 tahanan yang dieksekusi mati dalam 4 dekade terakhir sejak hukuman mati dikembalikan ke negara bagian Palmetto itu.

"Negara bagian ini memiliki hukuman mati dan memaksakan itu," ucap Miller Shealy, mantan Asisten Jaksa Agung South Carolina.

"Dia sama saja seperti pembom Boston," sambung Shealy yang kini bekerja sebagai profesor di Charleston School of Law.

Jaksa Scarlett Wilson akan mengembangkan kasus ini dengan mengumpulkan bukti dan evaluasi psikologi dari pelaku sebelum mengumumkan tuntutannya.

Setelah penangkapan Roof, Scarlett tidak akan memberikan komentar mengenai progres atau arah dari investigasinya. Ashley Pennington, pengacara publik yang mendampingi Roof tidak menjawab ketika dimintai tanggapannya.

Sembilan orang tewas dalam aksi penembakan brutal di Gereja Emanuel AME pada Rabu (17/6) malam waktu setempat. Kepolisian setempat telah menyatakan insiden ini sebagai kejahatan karena kebencian. Gereja Emanuel AME merupakan salah satu gereja terbesar dan tertua bagi warga kulit hitam di wilayah tersebut. Gereja yang selesai dibangun pada tahun 1891 itu dianggap sebagai gedung yang sangat bersejarah.

Penembakan bermotif rasis ini mengingatkan pada pengeboman di gereja Afrika-Amerika di Birmingham, Alabama, yang menewaskan empat anak perempuan pada tahun 1960-an silam.

(dhn/fdn)


Berita Terkait