Dilansir dari Reuters, Senin (22/6/2015), gereja itu dijaga polisi bersenjata lengkap yang memeriksa setiap tas jemaat. Selain itu, petugas juga berjaga di bagian dalam gereja di sisi tengah dan galeri gereja.
Dalam acara tersebut Gubernur South Carolina Nikki Haley, Senator Tim Scott dan Wali Kota Charleston Joseph Riley juga hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat berat bagi sebagian dari kami yang menahan amarah. Sekarang adalah waktu bagi kita untuk fokus terhadap keluarga para korban. Pada saat ini kami membutuhkan solidaritas," lanjut Goff.
Sembilan orang tewas dalam aksi penembakan brutal di Gereja Emanuel AME pada Rabu (17/6) malam waktu setempat. Kepolisian setempat telah menyatakan insiden ini sebagai kejahatan karena kebencian. Gereja Emanuel AME merupakan salah satu gereja terbesar dan tertua bagi warga kulit hitam di wilayah tersebut. Gereja yang selesai dibangun pada tahun 1891 itu dianggap sebagai gedung yang sangat bersejarah.
Penembakan bermotif rasis ini mengingatkan pada pengeboman di gereja Afrika-Amerika di Birmingham, Alabama, yang menewaskan empat anak perempuan pada tahun 1960-an silam. (dhn/fdn)











































