Jemaat Berkabung, Polisi Bersenjata Siaga di Sekitar Gereja Charleston

Jemaat Berkabung, Polisi Bersenjata Siaga di Sekitar Gereja Charleston

Dhani Irawan - detikNews
Senin, 22 Jun 2015 04:08 WIB
Jemaat Berkabung, Polisi Bersenjata Siaga di Sekitar Gereja Charleston
South Carolina - Ratusan jemaat memenuhi gereja Emanuel AME di Charleston yang dibuka kembali hari Minggu ini. Gereja itu dibuka lagi dalam rangka berkabung usai penembakan sadis yang dilakukan oleh seorang pemuda 21 tahun beberapa waktu lalu.

Dilansir dari Reuters, Senin (22/6/2015), gereja itu dijaga polisi bersenjata lengkap yang memeriksa setiap tas jemaat. Selain itu, petugas juga berjaga di bagian dalam gereja di sisi tengah dan galeri gereja.

Dalam acara tersebut Gubernur South Carolina Nikki Haley, Senator Tim Scott dan Wali Kota Charleston Joseph Riley juga hadir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita kembali mengingat pagi ini tentang kematian yang sangat tiba-tiba seperti seorang pencuri di malam hari," ucap pendeta Norvel Goff kepada sekitar 400 jemaat di gereja itu.

"Sangat berat bagi sebagian dari kami yang menahan amarah. Sekarang adalah waktu bagi kita untuk fokus terhadap keluarga para korban. Pada saat ini kami membutuhkan solidaritas," lanjut Goff.

Sembilan orang tewas dalam aksi penembakan brutal di Gereja Emanuel AME pada Rabu (17/6) malam waktu setempat. Kepolisian setempat telah menyatakan insiden ini sebagai kejahatan karena kebencian. Gereja Emanuel AME merupakan salah satu gereja terbesar dan tertua bagi warga kulit hitam di wilayah tersebut. Gereja yang selesai dibangun pada tahun 1891 itu dianggap sebagai gedung yang sangat bersejarah.

Penembakan bermotif rasis ini mengingatkan pada pengeboman di gereja Afrika-Amerika di Birmingham, Alabama, yang menewaskan empat anak perempuan pada tahun 1960-an silam. (dhn/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads