AFP mengutip kantor berita lokal, Minggu (21/6/2015) mengatakan, peristiwa itu terjadi Sabtu siang. Saksi mata menyebut mobil itu melaju kencang dengan perkiraan kecepatan lebih dari 100 kilometer perjam ketika meluncur ke Jalan Herrengasse. Itu adalah salah satu jalan di pusat perbelanjaan utama di kota terbesar kedua di negara Alpine tersebut.
Mobil ini seperti banteng menyeruduk ratusan orang yang tengah berjalan dan menabrak kursi-kursi logam di teras-teras kafe. Orang-orang berteriak panik berhamburan berusaha menyelamatkan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Hermann, selain anak berusia 4 tahun, korban lain yang meninggal adalah seorang wanita 24 tahun dan pria 28 tahun. Di antara 34 yang terluka, 6 sudah dirawat di rumah sakit dan mengalami kondisi kritis.
Kepala polisi Josef Klamminger membantah ada motif teroris dalam insiden ini. "Kami dapat mengatakan dengan jelas dan tanpa keraguan bahwa itu adalah insiden yang terisolasi tanpa motivasi politik atau ekstrimis," katanya.
Kepala investigasi Kurt Kemeter mengatakan, usai menabrak, pelaku sempat keluar dari kendaraannya sambil memegang pisau dan melukai 2 orang. Pelaku kemudian melanjutkan pergi dengan mobilnya.
Pelaku yang telah jadi tersangka dan merupakan ayah dua anak ini kemudian menyerahkan diri ke polisi. Kemeter mengatakan, pelaku tidak menunjukkan tanda-tanda berada di bawah pengaruh alkohol atau obat-obatan terlarang.
Presiden Austria Heinz Fischer mengatakan, dia sangat terkejut oleh peristiwa itu. Polisi sendiri telah menutup lokasi kejadian untuk penyelidikan. Ada ratusan bunga dan lilin di lokasi dari masyarakat sebagai tanda simpati.
(hri/mad)











































