Pelaku Penembakan Gereja AS Sempat Berniat Serang Universitas

Pelaku Penembakan Gereja AS Sempat Berniat Serang Universitas

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 20 Jun 2015 16:37 WIB
Pelaku Penembakan Gereja AS Sempat Berniat Serang Universitas
Dylann Roof (Reuters)
Washington, - Dylann Roof, pelaku penembakan gereja di Charleston, South Carolina, Amerika Serikat sempat berniat melancarkan aksi penembakan di kampus universitas setempat. Niatnya itu disampaikan kepada temannya belum lama ini.

Seorang teman sekaligus tetangga Roof, Christon Scriven menyampaikan hal tersebut kepada media Washington Post seperti dilansir Reuters, Sabtu (20/6/2015). Dikatakan Scriven, saat sedang minum-minum alkohol belum lama ini, Roof mengatakan ingin menembaki sebuah sekolah. Namun tak lama kemudian, dia bicara tentang niatnya untuk melakukan penembakan di kampus College of Charleston.

"Reaksi saya waktu itu adalah 'Omonganmu gila," tutur Scriven kepada Washington Post. "Saya tidak berpikir dia serius," imbuh pemuda berumur 22 tahun itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Scriven, Roof kemungkinan mengubah rencananya karena menganggap universitas itu sebagai target yang lebih sulit untuk dimasuki.

Menurut kepolisian setempat, Roof sempat mengikuti pertemuan pendalaman Alkitab di Gereja Emanuel African Methodist Episcopal selama satu jam, sebelum tiba-tiba melepas tembakan ke para jemaat yang hadir. Sembilan orang tewas dalam insiden yang terjadi pada Rabu (17/6) malam waktu setempat itu.

Insiden penembakan itu disebut sebagai serangan terburuk di tempat ibadah AS dalam kurun waktu 24 tahun. Oleh teman-temannya, pria berumur 21 tahun itu memang dikenal sebagai pemuda rasis, yang kerap melontarkan lelucon berbau rasial.

Kepolisian setempat telah menyatakan penembakan ini sebagai kejahatan karena kebencian rasial. Kepada para penyidik, Roof mengaku ingin memicu terjadinya perang antar-ras dengan aksi brutalnya itu.

Gereja Emmanuel African Methodist Episcopal merupakan salah satu gereja terbesar dan tertua bagi warga kulit hitam di wilayah tersebut. Gereja yang selesai dibangun pada tahun 1891 itu dianggap sebagai gedung yang sangat bersejarah.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads