Pelaku, pemuda berkulit putih bernama Dylann Roof telah ditangkap polisi. Sebelum melakukan pembantaian di gereja Emanuel AME pada Rabu (17/6) malam waktu setempat, Roof sempat mengikuti pertemuan pendalaman Alkibab yang tengah berlangsung di gereja itu.
Menurut NBC News, Jumat (19/6/2015), setelah masuk ke gereja bersejarah tersebut, Roof duduk di sebelah pendeta senior Clementa Pinckney. Pemuda itu duduk dengan tenang mengikuti pertemuan selama satu jam, sebelum tiba-tiba berdiri dan mengatakan dirinya datang untuk "menembaki orang-orang kulit hitam." Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, kepala kepolisian Charleston Gregory Mullen mengkonfirmasi bahwa penembakan yang menewaskan 9 orang itu merupakan kejahatan karena kebencian.
"Satu-satunya alasan seseorang bisa masuk ke gereja untuk menembak orang-orang yang sedang beribadah adalah karena kebencian," tutur Mullen seperti dikutip kantor berita Reuters.
Gereja Emanuel AME merupakan salah satu gereja terbesar dan tertua bagi warga kulit hitam di wilayah tersebut. Gereja yang selesai dibangun pada tahun 1891 itu dianggap sebagai gedung yang sangat bersejarah. Penembakan ini mengingatkan pada pengeboman di gereja Afrika-Amerika di Birmingham, Alabama, yang menewaskan empat anak perempuan pada tahun 1960-an silam.
(ita/ita)











































