Seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (18/6/2015) dalam gambar tersebut tampak seorang pria kulit putih mengenakan baju lengan panjang berwarna putih dan celana hitam tampak bergegas keluar melalui sebuah pintu. Satu tangan terlihat disampirkan ke belakang, sementara tangan lainnya membuka sebuah pintu.
Hingga saat ini kepolisian setempat masih melakukan pencarian pria berumur 21 tahun itu. Kepala kepolisian Charleston Gregory Mullen mengatakan, penembakan yang terjadi saat jemaat gereja sedang menggelar kebaktian itu, merupakan kejahatan karena kebencian. Sembilan orang tewas dalam insiden tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pengejaran pelaku, aparat kepolisian dibantu oleh agen-agen FBI serta Food and Drugs Administration (FDA).
(rii/nwk)











































