Pernyataan Paus Fransiskus ini muncul di tengah ketegangan atas krisis imigran yang semakin meningkat di kawasan Uni Eropa. Sehari sebelumnya, para Menteri Dalam Negeri negara-negara Eropa gagal menyepakati solusi memotong aliran kapal imigran dari Mediterania maupun penempatan ribuan imigran.
Seperti dilansir AFP, Kamis (18/6/2015), Paus Fransiskus mendorong negara-negara Eropa untuk lebih menghormati para imigran. "Saudara-saudara kita yang mencari perlindungan jauh dari tanah asalnya," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan saya mengundang semua orang untuk meminta pengampunan Tuhan bagi orang-orang maupun institusi yang menutup pintu bagi imigran yang mencari keluarga, yang mencari perlindungan," tegasnya.
Italia sebelumnya telah memberi ancaman jika negara-negara Uni Eropa lainnya menolak untuk 'berbagi' para pencari suaka yang masuk ke wilayahnya. Kendati demikian, otoritas Uni Eropa belum secara tegas memutuskan tindakan atas proposal pendistribusian 40 ribu imigran dan pengungsi dari Mediterania.
Para pemimpin negara Eropa bersumpah akan melakukan tindakan tegas, setelah tewasnya 800 imigran dalam kapal yang tenggelam pada April lalu. Bahkan catatan menyebut, total 1.800 imigran tewas saat dalam perjalanan menyeberang dari Afrika dan Timur Tengah menuju kawasan Eropa.
Menurut otoritas perbatasan Uni Eropa, Frontex, lebih dari 100 ribu imigran masuk ke wilayah Eropa sepanjang tahun ini. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 ribu imigran masuk melalui Italia. (nvc/nwk)











































