Penembakan Gereja AS Terjadi Beberapa Jam Usai Kampanye Hillary

Penembakan Gereja AS Terjadi Beberapa Jam Usai Kampanye Hillary

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 18 Jun 2015 18:25 WIB
Penembakan Gereja AS Terjadi Beberapa Jam Usai Kampanye Hillary
Hillary Clinton (Reuters)
South Carolina - Tidak hanya Jeb Bush, bakal calon presiden Amerika Serikat lainnya, Hillary Clinton juga mendoakan para korban dalam tragedi penembakan gereja di Charleston, South Carolina. Hillary sempat menggelar kampanye di wilayah Charleston pada hari aksi penembakan itu terjadi. Bahkan penembakan brutal itu terjadi hanya beberapa jam setelah kampanye Hillary usai.

"Berita menyedihkan dari Charleston -- pikiran dan doa saya bersama Anda semua," komentar Hillary via akun Twitter-nya, seperti dilansir Miami Herald, Kamis (18/6/2015).

Hillary yang telah resmi menyatakan diri sebagai salah satu bakal capres AS dari Partai Demokrat, ini menghadiri kampanye di wilayah North Charleston pada Rabu (17/6) sore waktu setempat. Tidak diketahui pasti berapa jarak lokasi kampanye Hillary dengan lokasi penembakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penembakan brutal yang menewaskan 9 orang ini terjadi pada Rabu (17/6) malam waktu setempat di Gereja Emanuel AME, Charleston. Gereja ini merupakan gereja bersejarah Afrika-Amerika yang tercatat sebagai salah satu gereja tertua dan terbesar bagi warga kulit hitam di AS.

Penembakan terjadi saat jemaat gereja sedang menggelar kebaktian. Kepolisian setempat menyebut penembakan ini merupakan kejahatan karena kebencian. Hingga kini, pelaku masih dalam pengejaran. Polisi menyebut pelaku yang berkulit putih dan berusia 21 tahun ini sangat berbahaya.

Hillary Clinton (67) mengumumkan pencalonannya pada April lalu. Dia menjadi salah satu kandidat yang paling populer di AS. Selain pernah menjabat Menteri Luar Negeri dan juga Senator AS, Hillary juga pernah menjadi Ibu Negara AS selama dua periode.

Istri mantan Presiden AS Bill Clinton itu juga pernah mencalonkan diri dalam pemilu 2008, namun kalah dari Barack Obama, yang kemudian terpilih menjadi Presiden AS. Dalam bursa pencalonan kali ini, Hillary disebut-sebut sebagai kandidat paling unggul karena mendominasi sejumlah polling.Β  (nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads