Satu orang lainnya terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Pelaku diidentifikasi sebagai pria berkulit putih berumur 21 tahun. Dia berhasil kabur usai melakukan penembakan brutal pada Rabu, 17 Juni malam waktu setempat.
Kepala kepolisian Charleston, Gregory Mullen mengatakan kepada para wartawan, penembakan ini merupakan kejahatan karena kebencian.
"Sungguh mengecewakan bahwa seseorang di masyarakat saat ini akan berjalan masuk ke sebuah gereja ketika orang-orang sedang beribadah dan kemudian merenggut nyawa-nyawa mereka," tutur Mullen seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (18/6/2015).
Tak beberapa lama setelah penembakan, ancaman bom dilaporkan di dekat lokasi penembakan tersebut. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan benda berbahaya dan kawasan itu pun kini dinyatakan aman.
Penembakan itu terjadi di Gereja Emanuel AME pada Rabu (17/6) sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Otoritas AS kini tengah memburu pelaku penembakan.
Gereja tersebut merupakan salah satu gereja terbesar dan tertua bagi warga kulit hitam di wilayah tersebut. Gereja itu dibangun pada tahun 1891 dan dianggap sebagai gedung yang cukup bersejarah. (ita/ita)











































