Fareed Mumuni yang berusia 21 tahun ini, ditangkap di kediamannya di Staten Island, setelah nekat menyerang agen FBI dengan pisau dapur. Untungnya, si agen FBI mengenakan rompi pelindung dan hanya mengalami luka ringan. Demikian seperti dilansir AFP, Kamis (18/6/2015).
FBI awalnya hendak menangkap Mumuni terkait plot serangan bom di kota New York, namun dia melawan dan terjadilah penyerangan itu. Mumuni merupakan tersangka ketiga yang ditangkap terkait plot serangan teror yang hendak dilakukan atas nama ISIS tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mumuni disidangkan di pengadilan federal di Brooklyn pada Rabu (17/6) waktu setempat. Dia terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara jika dinyatakan bersalah.
Selain Mumuni, seorang mahasiswa berusia 20 tahun, Munther Omar Saleh juga diidentifikasi sebagai salah satu tersangka dalam kasus ini. Saleh yang ditangkap Sabtu (13/6) lalu, memiliki tugas menerjemahkan propaganda ISIS ke dalam bahasa Inggris.
Kepada FBI, Mumuni juga mengakui dirinya membahas dengan Saleh soal cara merakit bom panci presto. Mumuni dan Saleh juga merencanakan serangan terhadap polisi AS dengan menggunakan senjata api maupun bom.
Satu tersangka lainnya tidak disebut identitasnya. Namun Saleh bersama si tersangka lainnya ini mencari komponen dan peralatan untuk merakit bom via internet. (nvc/ita)











































