Hal ini disampaikan juru bicara militer Mesir beberapa jam setelah seorang polisi tewas dan empat lainnya terluka ketika kendaraan mereka mengenai ranjau di El-Arish, ibukota Sinai Utara. Demikian disampaikan sumber-sumber keamanan dan medis seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (17/6/2015).
Militer menyatakan, pihaknya menerima laporan intelijen bahwa "unit-unit teroris" tengah memindahkan granat berpeluncur roket, senapan mesin dan bahan peledak C4 dari Rafah ke kota Sheikh Zuweid. Ini dilaporkan sebagai upaya melakukan serangan terhadap aparat keamanan. Militer pun melancarkan operasi untuk menggagalkan serangan itu. Tujuh tersangka militan tewas dalam operasi ini.
Wilayah Sinai kerap dilanda serangan-serangan, yang telah menewaskan ratusan polisi dan tentara sejak militer menggulingkan Presiden Mohamed Morsi. Morsi digulingkan pada tahun 2013 lalu usai aksi-aksi protes massal menuntut pengunduran dirinya.
Kelompok militan yang paling aktif di negeri itu adalah kelompok Provinsi Sinai, yang telah menyatakan kesetiaannya pada ISIS, kelompok radikal Sunni yang menguasai sebagian besar wilayah Irak dan Suriah.
Baru-baru ini, otoritas Mesir telah mengeksekusi mati enam anggota kelompok Provinsi Sinai. Keenam orang itu dieksekusi mati atas serangan terhadap para tentara di dekat Kairo, ibukota Mesir tahun lalu.
(ita/ita)











































