Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura mengecam keras serangan pemberontak ini dan menyebutnya sebagai serangan membabi-buta terhadap warga sipil. Demikian seperti dilaporkan kelompok pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights dan dilansir Reuters, Selasa (16/6/2015).
Banyaknya korban tewas dari kalangan sipil biasa terjadi dalam serangan udara yang dilakukan militer Suriah terhadap wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak. Namun pengeboman via udara terhadap wilayah yang dikuasai pemerintah Suriah tergolong jarang terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Observatory menyebutkan korban tewas akibat serangan pemberontak tersebut mencapai 34 orang, termasuk 12 anak-anak. Sedangkan sekitar 190 orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan pemberontak yang berusaha menguasai kota Aleppo tersebut.
Secara terpisah, media nasional Suriah menyebut serangan pemberontak yang terjadi pada Senin (15/5) itu menewaskan sedikitnya 23 warga sipil. Menurut media Suriah, serangan itu menargetkan sebuah masjid yang di dalamnya terdapat anak-anak sedang belajar mengaji.
Kantor berita Suriah, SANA merilis foto seorang anak kecil berlumuran darah yang digendong seorang pria dan foto seorang wanita lanjut usia, yang berlumuran darah tengah mendapat perawatan medis.
Observatory menuturkan, pemberontak menembakkan lebih dari 300 proyektil artileri ke wilayah Aleppo yang kini dikuasai pemerintah Suriah. (nvc/ita)











































