Kapal Tanker Malaysia Hilang, Ibu ABK Berharap Putranya Selamat

Kapal Tanker Malaysia Hilang, Ibu ABK Berharap Putranya Selamat

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 16 Jun 2015 11:04 WIB
Kapal Tanker Malaysia Hilang, Ibu ABK Berharap Putranya Selamat
Kuala Lumpur, - Kapal tanker Malaysia yang mengangkut 22 kru, termasuk 5 WNI belum juga ditemukan setelah hilang beberapa hari lalu. Otoritas maritim Malaysia meyakini kapal yang mengangkut bahan bakar tersebut telah dibajak para perompak.

Ibu salah satu ABK asal Malaysia terus berharap putranya itu selamat. Dikatakan Habibah Baharum (43), ibu dari Muhamad Aiman Shafiz Marzuki (20), dirinya terus berdoa agar putranya dan para awak kapal lainnya selamat.

Dituturkan Habibah, putranya yang akrab disapa Angah itu sedang magang di perusahaan perkapalan MT Orkim Harmony yang hilang tersebut. Pemuda itu sangat senang ketika menerima surat mengenai penerimaan dirinya magang di perusahaan tersebut. Dia akan magang selama enam bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terakhir kali dia menghubungi saya adalah di hari insiden itu pada Kamis (11/6) lalu. Dia bilang pada saya bahwa dia baik-baik saja," ujar Habibah seperti dilansir New Straits Times, Selasa (16/6/2015).

Menurut Habibah, dirinya baru mengetahui insiden hilangnya kapal pada Senin (15/6) ketika perusahaan menelepon suaminya pada pukul 12.30 waktu setempat.

"Mereka mengatakan pada suami saya bahwa kapal itu hilang dan tak bisa terdeteksi radar," tutur Habibah yang mengatakan dirinya terus mengikuti perkembangan berita di televisi dan surat kabar.

"Keluarga saya juga akan melakukan doa khusus untuk putra saya dan kami harap dia akan segera kembali bersama para kru lainnya," tandas wanita Malaysia itu.

Menurut direktur operasional MMEA Wilayah Selatan, Ibrahim Mohamed, kapal MT Orkim Harmony tersebut mengangkut 6 ribu metrik ton bahan bakar RON95. Kapal menghilang dari radar pada Kamis (11/6) pukul 20.50 waktu setempat.

"Kapal mengangkut 22 anggota kru yang terdiri dari 16 warga lokal, lima warga Indonesia dan satu warga Myanmar," kata Ibrahim. Pemilik kapal menyampaikan laporan mengenai hilangnya kapal pada 12 Juni pukul 06.30 waktu setempat.

Otoritas Malaysia meyakini bahwa kapal tersebut telah dibajak para perompak. Kesimpulan ini didasarkan pada tak adanya bukti-bukti tenggelamnya kapal, juga tak adanya tanda bahaya yang dikeluarkan kapal.


(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads