Wanita berusia 23 tahun yang telah menikah dan memiliki dua anak ini, diculik pada Juli 2014 lalu. Dia diperkosa berulang kali oleh lebih dari 5 pelaku selama beberapa bulan sebelum diselamatkan. Demikian dilaporkan wartawan BBC, Ankur Jain dan dilansir news.com.au, Selasa (16/6/2015).
Wanita ini pulang rumahnya dalam keadaan hamil dan sempat mengajukan petisi agar dia diizinkan menggugurkan kandungannya. Namun Pengadilan Tinggi Gujarat menolak petisi itu dengan alasan kehamilannya sudah terlalu besar. Orang tua wanita ini senang anaknya bisa kembali ke rumah dan suaminya tetap mendukung wanita ini meski karena itu dia dikucilkan oleh keluarganya sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, kehidupan wanita ini belum bisa tenang karena pengadilan lokal memaksanya menjalani ritual pemurnian. Keluarga wanita ini mendukung putusan tersebut karena khawatir jika keluarganya dikucilkan setelah wanita ini melahirkan anak hasil pemerkosaan. Ritual bernama 'chokha thavani viddhi' ini hanya dipraktikkan masyarakat desa Devipujak, Gujarat, India yang merupakan tempat asal wanita ini.
Tetua adat desa, Odhabhai Devipujak menjelaskan ritual ini dilakukan seorang tantric -- semacam dukun yang mempraktikkan ilmu hitam dan mempercayai kekuatan gaib -- yang sudah ada sejak lama. Selama ritual ini, sang tantric akan menanyai wanita ini beberapa pertanyaan dan memeriksa apakah dia menjawab dengan jujur, dengan mengambil sejumput benih jelai dari karung dan menanyainya apakah jumlah benih di tangannya ganjil atau genap.
Jika jawaban wanita ini salah, maka sang tantric akan mengasumsikan wanita ini berbohong. Proses ini akan terus diulang, bahkan dengan melibatkan batu seberat 10 kilogram yang diletakkan di atas kepala wanita ini. Dia harus menjaga agar batu itu tetap seimbang di kepalanya hingga sang tantric puas dan meyakini bahwa wanita ini jujur.
"Terkadang dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pemurnian karena orang-orang pada awalnya akan berbohong tapi Dewa mengetahui semuanya dan akhirnya mereka akan berbicara jujur," terang tetua adat ini.
"Begitu wanita ini dimurnikan dan lolos tes, maka tidak ada satupun orang yang bisa menyalahkannya atau mengusir dia dan keluarganya. Tapi jika dia gagal dalam tes dan Dewa mengatakan dia tidak murni, maka dia bisa dikucilkan dari masyarakat," imbuhnya. (nvc/ita)











































