Wakil dirjen MMEA Datuk Ahmad Puzi Ab Kahar mengatakan seperti dilansir New Straits Times, Selasa (16/6/2015), kapal yang mengangkut 22 kru termasuk 5 WNI tersebut, kemungkinan telah berlayar ke Pulau Anambas dan Natuna di Indonesia. Karenanya pihak MMEA pun akan meminta izin untuk memasuki perairan Indonesia. Namun untuk saat ini pencarian masih difokuskan di Laut China Selatan dari Johor ke Kelantan.
Insiden hilangnya kapal tanker tersebut telah disampaikan Malaysia ke negara-negara Indonesia, Singapura, Thailand, Vietnam, juga Australia dan Amerika Serikat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kapal mengangkut 22 anggota kru yang terdiri dari 16 warga lokal, lima warga Indonesia dan satu warga Myanmar," kata Ibrahim.
Dikatakannya, pemilik kapal menyampaikan laporan mengenai hilangnya kapal pada 12 Juni pukul 06.30 waktu setempat.
Otoritas Malaysia meyakini bahwa kapal tersebut telah dibajak para perompak. Kesimpulan ini didasarkan pada tak adanya bukti-bukti tenggelamnya kapal, juga tak adanya tanda bahaya yang dikeluarkan kapal. Diyakini bahwa alat-alat komunikasi dan pelacakan kapal sengaja dimatikan.
(ita/ita)











































