Laporan ini disampaikan oleh media ternama AS, CNN yang mengutip dua sumber dari kalangan pejabat keamanan nasional Yaman, seperti dilansir Reuters, Selasa (16/6/2015). Menurut CNN, serangan terhadap Wuhayshi ini terjadi pada Jumat (12/6) lalu di wilayah Hadramout, Yaman bagian timur.
Jika memang laporan ini benar, maka kematian Wuhayshi akan menjadi pukulan telak bagi AQAP yang menjadi salah satu jaringan Al-Qaeda paling aktif di dunia ini. AQAP juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan brutal terhadap kantor majalah satire Charlie Hebdo di Prancis dan merencanakan berbagai serangan teror terhadap maskapai internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nasser al-Wuhayshi, semoga Allah menerimanya," tulis salah satu pendukung AQAP yang menyebut diri sebagai Abu Gandi melalui akun Twitternya, dengan menggunakan hashtag 'Martyrdom of Abu Baseer al-Wuhayshi'.
Secara terpisah, seorang pejabat AS menuturkan, pihak AS masih memeriksa laporan atas kematian Wuhayshi. Pejabat AS ini menolak untuk banyak berkomentar soal keterlibatan AS dalam kematian Wuhayshi.
Meskipun sumber pemerintah Yaman menyebut Wuhayshi tewas akibat serangan drone AS, namun pejabat AS lainnya membantah. Menurut pejabat itu, militer AS sama sekali tidak terkait dalam serangan apapun. Hal ini lantas memicu spekulasi bahwa serangan udara terhadap Wuhayshi mungkin dilakukan oleh badan intelijen AS, CIA yang memang mengoperasikan drone di beberapa negara berkonflik, termasuk Yaman.
Wuhayshi yang lahir di Yaman bagian selatan, diketahui pergi ke Afghanistan sejak tahun 1998 untuk bergabung dengan Al-Qaeda. Di sana, Wuhayshi bertemu dengan Osama dan ditunjuk menjadi ajudannya hingga tahun 2001, ketika AS mulai menargetkan Al-Qaeda di Afghanistan. Tahun 2009, Wuhayshi berhasil menjadi pemimpin AQAP setelah kabur dari penjara di Yaman. (nvc/ita)











































