PM Prancis: Kebencian dan Ekstremisme Bukan Islam

PM Prancis: Kebencian dan Ekstremisme Bukan Islam

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 15 Jun 2015 18:56 WIB
PM Prancis: Kebencian dan Ekstremisme Bukan Islam
Paris, - Perdana Menteri Prancis Manuel Valls menekankan tak ada kaitan antara ekstremisme dan Islam. Hal itu disampaikannya dalam pidatonya mengawali konferensi di Paris, yang dimaksudkan untuk memperbaiki hubungan dengan komunitas muslim di Prancis.

"Pidato kebencian, anti-Semit yang bersembunyi di balik anti-Zionisme dan kebencian untuk Israel... orang-orang yang menyebut dirinya imam di lingkungan kita dan penjara-penjara kita yang mempromosikan kekerasan dan terorisme," tutur Valls.

"Kita harus mengatakan semua itu bukan Islam," imbuh Valls seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (15/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lima bulan setelah serangan-serangan jihadis di Paris yang menewaskan 17 orang, pemerintah Prancis akan menggelar serangkaian pertemuan dengan para figur terkemuka komunitas muslim di negeri itu. Muslim Prancis yang berjumlah sekitar 5 juta orang merupakan yang terbesar di Eropa.

Rangkaian forum di Paris ini diperkirakan akan dihadiri antara 120-150 tokoh Islam juga para pejabat tinggi pemerintah dan menteri-menteri. Forum ini akan membahas keamanan di tempat-tempat agama, imej Islam di media serta mengenai pembangunan masjid-masjid baru.

Namun radikalisasi tak akan masuk dalam topik pembahasan yang digelar di gedung Kementerian Dalam Negeri Prancis tersebut. Alasannya, pembahasan soal itu dalam forum ini akan "menjadi pesan buruk bagi Prancis dan bagi komunis muslim."

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads