Kilang minyak terbesar di Irak ini sebelumnya sudah beberapa kali berpindah tangan. Setelah sempat dikuasai ISIS selama berbulan-bulan, tahun lalu, kilang minyak ini berhasil direbut oleh pasukan Irak, yang tidak lama kemudian kembali dipukul mundur oleh ISIS.
Namun sejak beberapa waktu terakhir, pasukan Irak berhasil menguasai sebagian fasilitas di kompleks kilang minyak yang terletak di pinggiran kota Baiji ini. Kilang minyak ini sangat menguntungkan karena mampu memproduksi 300 ribu barel minyak per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat keamanan senior setempat menyebutkan ada 17 orang tewas dalam bentrokan ini. Mereka terdiri atas 12 anggota ISIS, dua tentara pemerintah dan tiga anggota milisi Syiah pro-pemerintah Irak.
Militan ISIS hingga kini berhasil menguasai sepertiga wilayah Irak, termasuk Siniya dan juga Ramadi. Jatuhnya kota Ramadi ke tangan ISIS menandai kemunduran pasukan dan milisi Irak. Hingga kini, pasukan Irak masih berupaya keras merebut kembali Ramadi dari ISIS.
Upaya ini juga melibatkan militer Amerika Serikat yang membantu dengan serangan udara mereka terhadap posisi-posisi ISIS di wilayah strategis Irak. Pasukan milisi Syiah yang didukung Iran juga dilibatkan dalam upaya tersebut. (nvc/ita)











































