Lima kasus baru dilaporkan Kementerian Kesehatan Korsel hari ini, sehingga total penderita MERS menjadi 150 orang. Korsel merupakan negara dengan jumlah kasus MERS terbesar di luar Arab Saudi. Korban jiwa akibat MERS di Korsel sejauh ini tercatat sebanyak 16 orang.
Seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (15/6/2015), setidaknya 440 sekolah tetap diliburkan hari ini. Namun sebelumnya pada Jumat, 12 Juni, sebanyak 2.900 sekolah ditutup. Dibukanya kembali ribuan sekolah hari ini dilakukan menyusul pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut wabah MERS bersumber dari rumah sakit, sehingga WHO pun telah meminta otoritas Korsel untuk tidak meliburkan sekolah-sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga meminta komunitas bisnis untuk melanjutkan investasi, produksi dan aktivitas manajemen seperti biasa dan khususnya, membantu dengan memastikan bahwa pelanggan tidak menahan diri untuk membelanjakan uang," ujar Park.
Penyebaran virus MERS di Korsel berawal dari seorang pengusaha berusia 68 tahun yang baru pulang dari perjalanan bisnis di Saudi. Pengusaha ini sempat mendatangi empat rumah sakit, hingga menularkan kepada pasien dan petugas medis lainnya, sebelum dinyatakan positif terinfeksi MERS pada 20 Mei lalu.
Sejauh ini, penyebaran virus MERS baru terjadi di dalam lingkungan rumah sakit dan belum menyebar keluar hingga ke masyarakat umum. Samsung Medical Centre yang merawat 70 pasien MERS, terpaksa menghentikan operasionalnya pada Minggu (14/6) untuk membantu meredam penyebaran virus ini.
(ita/ita)










































