"Kami tidak akan membayar pajak lagi. Berlaku efektif segera: Bebas masuk! Minuman gratis! Seks gratis!" demikian pernyataan rumah bordil Pascha di Salzburg yang ditampilkan dalam situs mereka, seperti dilansir Reuters, Senin (15/6/2015).
Ketika dikonfirmasi, seorang wanita yang menjawab panggilan telepon di Pascha menyatakan, pengumuman itu serius dan bukan lelucon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip oleh Oesterreich, pemilik rumah bordil Pascha, Hermann Mueller menyatakan dirinya akan membayar kompensasi kepada para pekerja seks komersial dari kantongnya sendiri. Kompensasi yang mencapai 10 ribu euro atau setara Rp 149 juta setiap bulannya, akan dibayar Mueller di muka.
Mueller juga memiliki sejumlah rumah bordil lain di empat kota yang tersebar di Jerman dan Austria. Dalam wawancara dengan media setempat beberapa waktu terakhir, Mueller mengeluhkan pembayaran pajak dan pengaturan yang berlebihan oleh pemerintah Austria, terhadap bisnis prostitusinya.
Menurut Mueller, dirinya harus membayar pajak nyaris 5 juta euro atau setara Rp 74 miliar selama satu dekade terakhir, hanya untuk rumah bordilnya di Salzburg saja. (nvc/ita)











































