Pukuli Pria Palestina, 4 Tentara Israel Dihukum

Pukuli Pria Palestina, 4 Tentara Israel Dihukum

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 15 Jun 2015 16:54 WIB
Pukuli Pria Palestina, 4 Tentara Israel Dihukum
Ilustrasi (Reuters)
Yerusalem - Militer Israel menghukum personelnya yang terekam video memukuli warga Palestina di Tepi Barat. Berbagai sanksi mulai dari kurungan hingga teguran lisan dijatuhkan kepada tentara Israel yang terlibat.

Seperti dilansir AFP, Senin (15/5/2015), dalam rekaman video insiden yang terjadi pada Jumat (12/6) lalu, terlihat tentara Israel mengeroyok seorang warga sipil Palestina dan memukulinya. Tidak hanya itu, tentara Israel juga memukuli warga Palestina itu dengan gagang senapan mereka.

Aksi pemukulan brutal itu juga diwarnai teriakan kata-kata kasar kepada si warga Palestina, yang hanya bisa terbaring tak berdaya. Disebutkan juga bahwa warga Palestina itu tidak bersenjata ketika dipukuli. Namun dia berusaha merebut senjata tentara Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Militer Israel telah melakukan penyelidikan internal dan menindak tentara yang terlibat. Dalam pernyataannya, militer Israel menyebutkan bahwa sanksi disiplin telah dijatuhkan oleh Komandan Brigade, Kolonel Asher Ben Lulu yang membawahi tentara-tentara itu.

Disebutkan juga bahwa saat insiden terjadi, tentara Israel sedang menangani unjuk rasa sarat kekerasan yang berlangsung selama beberapa jam dan melibatkan 70 warga Palestina, yang terus melempari batu kepada tentara Israel.

"Sementara penangkapannya dibenarkan, caranya yang tidak benar," demikian pernyataan militer Israel.

Dua tentara dijatuhi sanksi conditional imprisonment, semacam hukuman percobaan selama selama 28 hari, sedangkan dua tentara lainnya dikurung di markas mereka selama 30 hari ke depan. Sementara komandan lapangan yang bertanggung jawab atas tentara-tentara itu mendapat sanksi teguran keras.

"Tindakan tentara itu tidak sesuai dengan tindakan yang diharapkan dari tentara IDF (Israel Defense Forces) ketika bertugas mengendalikan situasi di masyarakat," imbuh pernyataan militer Israel. (nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads