MMEA kini telah memperluas area pencarian kapal MT Orkim Harmony tersebut. Menurut direktur operasional MMEA Wilayah Selatan, Ibrahim Mohamed, kapal tersebut mengangkut 6 ribu metrik ton bahan bakar RON95. Kapal menghilang dari radar pada Kamis (11/6) pukul 20.50 waktu setempat.
"Kapal tersebut bertolak dari Malaka menuju Pelabuhan Kuantan. Lokasi terakhir yang kami punya sebelum kapal hilang kontak adalah sekitar 30 mil laut timur Tanjung Sedili," kata Ibrahim seperti dilansir New Straits Times, Senin (15/6/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya, pemilik kapal menyampaikan laporan mengenai hilangnya kapal pada 12 Juni pukul 06.30 waktu setempat.
Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak menyatakan prihatin akan hilangnya kapal tanker Orkim Harmony dan para krunya itu.
"Saya sedih dengan berita hilangnya kapal tanker Malaysia. Saya berdoa untguk keselamatan 22 kru yang 16 di antaranya adalah warga Malaysia. Pikiran saya bersama para keluarga mereka," tutur Najib dalam postingan di Facebook.
"Pemerintah akan mengerahkan semua sumber daya kita untuk menemukannya," imbuhnya seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (15/6/2015).
Dikhawatirkan kapal tersebut telah dibajak. "Kapal tersebut mengangkut jenis kargo yang biasanya dibajak. Kami tidak tahu keberadaan kapal itu sekarang atau apa yang terjadi, namun kemungkinan ini pembajakan kargo," ujar Noel Choong, kepala Pusat Pelaporan Pembajakan Biro Maritim Internasional (IMB) yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. (ita/ita)











































