Berumur 17 Tahun, ABG Ini Pengebom Bunuh Diri ISIS Termuda

Berumur 17 Tahun, ABG Ini Pengebom Bunuh Diri ISIS Termuda

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 15 Jun 2015 13:46 WIB
Berumur 17 Tahun, ABG Ini Pengebom Bunuh Diri ISIS Termuda
Tahla Asmal (stuff.co.nz)
London - Seorang remaja berusia 17 tahun asal Inggris disebut menjadi pelaku bom bunuh diri termuda. Remaja laki-laki ini bergabung dengan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan meledakkan diri di Irak.

Remaja bernama Abu Yusuf al-Britani ini muncul dalam sejumlah foto yang diunggah beberapa akun media sosial yang masih berafiliasi dengan ISIS. Dalam salah satu foto, al-Britani tampak berdiri di sebelah kendaraan berwarna hitam. Dalam foto lainnya dia terlihat ada di dalam sebuah mobil.

Bersama foto itu, disebutkan bahwa al-Britani ikut serta dalam serangan bom bunuh diri di Provinsi Salahuddin, Irak. Demikian disampaikan media-media Inggris seperti dilansir Reuters, Senin (15/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan keterangan keluarganya di Inggris, al-Britani disebut memiliki nama asli Talha Asmal. Dia pergi meninggalkan rumahnya di West Yorkshire pada Maret lalu dan diyakini bergabung dengan ISIS.

"Meskipun informasi ini belum bisa dikonfirmasi dan otoritas terkait di Inggris masih bekerja keras untuk memverifikasi faktanya, kami bisa memastikan bahwa foto itu menampilkan seorang remaja yang disebut bernama Abu Yusuf al-Britani, yang merupakan putra kami yang berusia 17 tahun, Talha," demikian pernyataan keluarga Talha Asmal seperti dirilis oleh Kepolisian West Yorkshire.

"Kami semua tentu sangat hancur dan sedih atas tragedi mengerikan yang menimpa kami," imbuh pernyataan tersebut.

Menurut pihak keluarga, Asmal datang dari keluarga muslim yang pekerja keras, penuh kasih sayang dan keakraban satu sama lain. Seluruh keluarga Asmal mengecam keras aksi kekerasan yang dilakukan ISIS dan militan lainnya, yang terjadi di mana saja.

Secara terpisah, kepolisian West Yorkshire mengaku menyadari laporan ini. Namun mereka tidak bisa banyak berkomentar karena identitas remaja Inggris itu belum bisa dipastikan secara resmi.

Sedangkan menurut laporan beberapa media, ISIS mengklaim al-Britani sebagai salah satu dari empat pelaku bom bunuh diri di Irak. Dia beraksi bersama tiga warga asing lainnya, yakni dari Jerman, Kuwait dan Palestina. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads