Pemilik kapal MT Orkim Harmony tersebut terakhir kali melakukan kontak dengan kapal tersebut pada Kamis, 11 Juni lalu. Demikian disampaikan Noel Choong, kepala Pusat Pelaporan Pembajakan Biro Maritim Internasional (IMB) yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (15/6/2015).
Dikatakan Choong, setelah kapal itu menghilang, peringatan telah dikirimkan ke semua kapal yang berada di wilayah tersebut agar bersiaga atas kemungkinan serangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut media Malaysia, kapal tersebut tengah berada di perairan Laut China Selatan, dekat negara bagian Johor ketika hilang kontak. Kapal tanker tersebut mengangkut 22 kru yang terdiri dari 16 warga Malaysia, 5 WNI dan seorang warga Myanmar.
Laporan hilangnya kapal ini telah diteruskan ke Badan SAR Nasional dan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia, serta otoritas Penjaga Pantai Kepolisian Singapura.
(ita/ita)










































