Israel: Perang di Gaza Sah, Tak Berniat Serang Warga Sipil

Israel: Perang di Gaza Sah, Tak Berniat Serang Warga Sipil

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 15 Jun 2015 11:05 WIB
Israel: Perang di Gaza Sah, Tak Berniat Serang Warga Sipil
prajurit Israel (reuters)
Tepi Barat, - Pemerintah Israel menegaskan bahwa tindakannya dalam perang di Gaza tahun 2014 yang menewaskan ribuan warga Palestina adalah sah dan valid. Demikian menurut laporan mengenai hasil penyelidikan atas konflik yang berlangsung selama 50 hari itu.

Dalam laporan internal tersebut, Israel juga bersikeras bahwa pihaknya tidak bermaksud menargetkan warga sipil, meskipun banyak warga sipil Palestina yang menjadi korban serangan Israel saat itu.

Dalam dokumen yang tebalnya lebih dari 200 halaman itu, dijabarkan mengenai latar belakang perang Gaza dan upaya-upaya militer untuk tidak membahayakan warga sipil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disebutkan bahwa selama konflik Gaza itu, Israel memerintahkan serangan-serangan ke tempat-tempat dan orang-orang hanya jika ada kepastian bahwa mereka merupakan target militer atau terlibat langsung dalam konflik.

"Israel tidak dengan sengaja menargetkan warga sipil atau objek sipil," demikian disampaikan dalam laporan Israel tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (15/6/2015).

Konflik Gaza tersebut berakhir dengan gencatan senjata tidak resmi pada 26 Agustus 2014 lalu. Nyaris 2.200 warga Palestina, kebanyakan warga sipil tewas dalam perang selama 50 hari itu. Sedangkan di pihak Israel, 73 orang tewas, sebagian besar tentara.

Laporan Israel itu langsung dibantah keras oleh Palestina.

"Keputusan Israel untuk menyangkal telah menargetkan warga sipil di Gaza merupakan perpanjangan logika dari apa yang telah dilakukannya di Jalur Gaza," cetus juru bicara pemerintah Palestina di Ramallah, Tepi Barat, Ihab Bseiso.

Ditegaskannya, Palestina hanya akan menerima kesimpulan dari penyelidikan internasional, seperti yang akan dirilis Dewan HAM PBB pada 29 Juni mendatang mengenai konflik Gaza tersebut.

(ita/ita)


Berita Terkait