Ditinggal Orang Tua, 4 Anak di China Bunuh Diri Minum Racun

Ditinggal Orang Tua, 4 Anak di China Bunuh Diri Minum Racun

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 13 Jun 2015 14:29 WIB
Ditinggal Orang Tua, 4 Anak di China Bunuh Diri Minum Racun
Ilustrasi (ebcitizen.com)
Beijing - Tragis! Empat bersaudara di China ditemukan tewas bunuh diri setelah ditinggal orang tua mereka. Keempat anak berusia 5-14 tahun ini diduga bunuh diri dengan menenggak pestisida.

Keempat kakak-beradik ini ditemukan seorang warga desa, sedang dalam keadaan kejang-kejang usai menenggak racun pembasmi serangga. Keempat saudara ini terdiri atas seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun dan tiga adik perempuannya.

Insiden ini terjadi di rumah mereka yang ada di wilayah Bijie, Provinsi Guizhou pada Selasa (9/6) malam. Demikian seperti dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua dan dilansir AFP, Sabtu (13/6/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak lama setelah ditemukan, keempat anak itu dinyatakan tewas. Kepolisian setempat meyakini kasus ini merupakan kasus bunuh diri, sekaligus menyoroti penderitaan anak-anak pedesaan yang ditinggal orang tua bekerja di luar kota.

Otoritas urusan sipil setempat menyebut, ibu anak-anak ini diketahui pergi dari rumah sejak Februari 2013, setelah dipukuli oleh suaminya atau ayah anak-anak ini. Keberadaan sang ibu hingga kini tidak diketahui pasti.

Sedangkan ayah anak-anak ini, yang diidentifikasi sebagai Zhang Fangqi diketahui bekerja di luar kota sejak Maret 2015 lalu. Namun menurut Xinhua, sang ayah cukup rutin mengirimkan uang kepada anak-anaknya.

Insiden ini memicu simpati publik dan membuat Perdana Menteri Li Keqiang bersumpah menghukum pihak-pihak terkait yang dianggap lalai memberikan bantuan kepada keluarga-keluarga miskin. PM Li juga menyerukan kepada otoritas setempat dan publik untuk mengakhiri tragedi tragis semacam ini.

Situs pemerintah lokal melaporkan bahwa penyelidikan atas insiden ini telah dilakukan. Beberapa pejabat yang disinyalir berkontribusi dalam insiden ini telah dinonaktifkan maupun dimutasi dari jabatan mereka. (nvc/gah)


Berita Terkait