AS Kirim 6 Tahanan Guantanamo Asal Yaman ke Oman

AS Kirim 6 Tahanan Guantanamo Asal Yaman ke Oman

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 13 Jun 2015 12:58 WIB
AS Kirim 6 Tahanan Guantanamo Asal Yaman ke Oman
Ilustrasi (Getty Images)
Washington - Otoritas Amerika Serikat mengirimkan enam tahanan Guantanamo asal Yaman ke Oman. Para tahanan ini dibebaskan setelah mendekam lebih dari satu dekade di penjara militer AS tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (13/6/2015), keenam tahanan asal Yaman itu dikirimkan ke Oman untuk belajar menjalani kehidupan baru di tengah masyarakat. Pembebasan tahanan ini merupakan bagian dari kebijakan Presiden Barack Obama yang secara perlahan akan menutup penjara tersebut.

Yang menjadi pertimbangan otoritas AS mengirimkan enam tahanan ini ke Oman ialah konflik di Yaman antara pemberontak Houthi dengan tentara pemerintah. Seorang pejabat senior AS menyatakan, satu-satunya opsi adalah mencari negara ketiga yang bisa menerima tahanan-tahanan asal Yaman ini.

"Kami menyadari situasi keamanan terkini di Yaman, yang memberikan tantangan serius bagi kemampuan kami untuk memulangkan warga-warga Yaman ini," ucapnya.

Oman terletak di ujung Semenanjung Arab, dekat perbatasan Yaman. Keenam tahanan Yaman ini diidentifikasi sebagai tahanan risiko rendah dan diputuskan akan dipindahkan sejak beberapa tahun lalu, namun baru terealisasi pekan ini.

Dengan pembebasan enam tahanan Yaman ini, berarti masih ada 69 tahanan Yaman dan beberapa tahanan lainnya di dalam penjara Guantanamo. Namun otoritas AS belum berencana memindahkan dan memulangkan para tahanan tersebut karena situasi keamanan yang masih kacau.

Pentagon mengidentifikasi enam tahanan Yaman ini sebagai Idris Ahmad Abd Al Qadir Idris, Sharaf Ahmad Muhammad Mas'ud, Jalal Salam Awad Awad, Saa'd Nasser Moqbil Al Azani, Emad Abdallah Hassan dan Muhammad Ali Salem Al Zarnuki.

Pembebasan keenam tahanan Yaman ini terjadi selang seminggu setelah Menteri Pertahanan AS Ash Carter menyatakan dirinya masih menyusun proposal penutupan penjara militer di Kuba tersebut, bersama Gedung Putih. Penjara Guantanamo menuai kecaman internasional, karena sarat penyiksaan dan sebagian besar tahanannya ditahan tanpa dakwaan maupun persidangan yang jelas. (nvc/gah)


Berita Terkait