Seperti dilansir AFP, Jumat (12/6/2015), para guru di Pakistan diberi izin membawa senjata api ke sekolah, bahkan hingga ke dalam kelas. Keputusan otoritas Pakistan ini setelah tragedi pembantaian oleh militan Taliban di sekolah Peshawar, yang menewaskan 132 anak-anak pada Desember 2014.
Insiden penembakan tragis ini terjadi pada Kamis (11/5) waktu setempat, di sebuah sekolah di wilayah Mingora yang berjarak 180 kilometer dari Peshawar. Pistol tersebut meletus secara tidak sengaja ketika sedang dibersihkan oleh pak guru.
"Majid Khan, seorang guru di sekolah swasta Sangota Model School sedang membersihkan pistolnya di dalam ruang guru, ketika pistol itu meletus secara tidak sengaja, mengenai seorang siswa yang sedang berjalan melintasi koridor," tutur pejabat kepolisian setempat, Fazl Rabi kepada AFP.
Rabi menuturkan, siswa itu tewas seketika di lokasi kejadian. Namun tidak disebut lebih lanjut di bagian mana peluru dari pistol Majid mengenai korban. Kepala kepolisian setempat, Saleem Khan Marwat membenarkan adanya insiden ini dan menyatakan guru itu telah ditangkap.
Otoritas provinsi Northwestern Khyber Pakhtunkhwa mengizinkan para guru untuk membawa senjata api -- dan mulai memberikan pelatihan menembak -- pada Januari lalu. Menurut otoritas setempat, pihaknya tidak bisa mengerahkan personel kepolisian secara merata ke setiap sekolah.
Kebijakan ini merupakan bagian untuk memperketat keamanan di sekolah-sekolah usai pembantaian di Peshawar, yang disebut sebagai serangan teror paling mematikan dalam sejarah Pakistan.
(nvc/ita)











































