Menurut surat kabar resmi militer China, People's Liberation Army Daily, kesembilan orang itu telah menyebarkan rumor terkait militer, memfitnah anggota militer dan menuduh tentara-tentara terlibat "insiden massal". Demikian seperti diberitakan Reuters, Jumat (12/6/2015).
Di China, "insiden massal" merupakan istilah untuk menyebut aksi unjuk rasa.
Beberapa dari mereka juga telah merusak imej militer. Disebutkan surat kabar tersebut, mereka telah mengakui menyebarkan rumor tersebut.
Mereka pun dikenai hukuman "penahanan administratif", yang biasanya merupakan penahanan selama 15 hari. Mereka juga harus menjalani "pendidikan" namun tidak disebutkan lebih detail mengenai pendidikan yang dimaksud.
Bulan lalu, otoritas China juga telah menahan 10 orang karena menyebarkan rumor untuk merusak imej militer.
Hukuman untuk penyebaran rumor ini menunjukkan semakin kuatnya tekad partai berkuasa, Partai Komunis untuk mengontrol informasi mengenai dugaan perilaku buruk pejabat, guna menghindari timbulnya ketidakpuasan publik.
(ita/ita)











































