Serangan pada 16 Juli 2014 lalu itu merupakan bagian dari konflik antara Israel dengan Hamas di Gaza. Otoritas Israel telah melakukan penyelidikan internal atas dugaan kesalahan militer dalam insiden tersebut. Demikian seperti dilansir Reuters, Jumat (12/6/2015).
Juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Peter Lerner menuturkan, serangan udara militer Israel mengenai empat anak Palestina setelah terjadi kegagalan mengidentifikasi mereka sebagai anak-anak. Israel saat itu meyakini target sebagai pria bersenjata yang tengah berlari di area yang dikuasai oleh militan.
Saksi mata menuturkan, anak-anak yang tewas itu sedang asyik main bola di pinggir pantai ketika kejadian.
"Setelah meninjau ulang temuan-temuan penyelidikan, Advokasi Militer Umum menemukan bahwa proses serangan yang dipertanyakan, sesuai dengan hukum domestik Israel dan ketentuan hukum internasional," tutur Lerner melalui Facebook.
Lerner sendiri menyebut insiden itu sebagai insiden tragis.
Pada pertengahan tahun 2014 lalu, Israel menggelar operasi militer terhadap Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Gaza. Operasi militer ini sebagai tindak lanjut atas serangan roket dari Gaza ke wilayah Israel.
Operasi militer itu berlangsung 50 hari dan menewaskan lebih dari 2.100 warga Palestina di Gaza, terutama warga sipil. Sedangkan sebanyak 67 tentara Israel dan enam warga sipil di Israel tewas dalam konflik tersebut. Israel mengaku telah berusaha menghindari jatuhnya korban jiwa dari warga sipil, namun mereka menuding Hamas sengaja memancing serangan ke area permukiman warga.
(nvc/ita)











































