Namun Nestle tidak tinggal diam. Nestle mengajukan gugatan hukum ke pengadilan atas larangan tersebut. Perusahaan ternama itu telah mendekati pengadilan tinggi di kota Mumbai untuk meminta peninjauan kembali atas perintah badan keamanan pangan pemerintah India pada 5 Juni, mengenai larangan peredaran produk mie instan Maggi.
"Nestle India Limited hari ini mendekati Pengadilan Tinggi Hon'ble Bombay untuk membahas isu-isu interpretasi UU Keamanan dan Standardisasi Pangan 2011," demikian statemen yang diposting di situs web Nestle seperti dilansir kantor berita kantor berita AFP, Kamis (11/6/2015).
Nestle yang bersikeras bahwa produk Maggi-nya aman dikonsumsi, telah mengumumkan penarikan produk itu dari peredaran di India. Penarikan ini dilakukan ketika Otoritas Keamanan dan Standardisasi Pangan India (FSSAI) menerapkan larangan nasional peredaran Maggi, setelah langkah serupa diterapkan sejumlah pemerintah negara bagian di India.
FSSAI menyatakan, pihaknya melarang Nestle memproduksi dan menjual produk Maggi setelah hasil tes yang dilakukan sejumlah negara bagian menunjukkan adanya kandungan timah yang melampaui batas kewajaran. Disimpulkan FSSAI, produk tersebut "tidak aman dan berbahaya untuk konsumsi manusia".
Larangan ini jelas merupakan pukulan besar bagi perusahaan raksasa tersebut. Nestle telah menjual produk Maggi selama lebih dari tiga dekade di India, dan meraup 80 persen pasar mie instan di negeri Bollywood itu.
(ita/ita)











































