Obama Setujui Pengerahan 450 Tentara AS Tambahan ke Irak

Obama Setujui Pengerahan 450 Tentara AS Tambahan ke Irak

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 11 Jun 2015 09:17 WIB
Obama Setujui Pengerahan 450 Tentara AS Tambahan ke Irak
Ilustrasi
Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menyetujui pengerahan 450 tentara tambahan ke Irak. Tentara tambahan ini akan melatih pasukan dan milisi Irak dalam melawan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Seperti dilansir AFP, Kamis (11/6/2015), Gedung Putih menyatakan tentara tambahan ini akan bergabung dengan 3.100 tentara AS yang terlebih dulu ditugaskan di Irak. Waktu pengiriman tentara tambahan ini belum diketahui pasti.

"Melatih, memberikan nasihat dan membantu (militer dan milisi Irak)," demikian pernyataan Gedung Putih.

Kontingen baru ini akan lebih difokuskan pada upaya merebut kembali kota Ramadi di Provinsi Anbar yang kini dikuasai ISIS. Mereka akan ditempatkan di Pangkalan Udara Taqaddum, yang terletak di antara kota Ramadi dengan Fallujah yang masih dikuasai militer Irak.

Dengan posisi ini, tentara AS akan berada di dalam jangkauan serangan ISIS. Namun di sisi lain, AS menyebut posisi ini akan mempermudah rekrutmen pejuang etnis Sunni di Irak. Masyarakat Sunni di Irak diyakini berperan penting dalam kemenangan merebut Ramadi dari ISIS.

Hingga kini, belum seluruh masyarakat Sunni di Irak yang bergabung dalam pertempuran melawan ISIS. Hal ini disinyalir terkait ketegangan sektarian antara masyarakat Sunni dengan pemerintah Irak yang didominasi Syiah.

Obama telah mengesampingkan opsi pengerahan tentara AS secara langsung ke lapangan, karena khawatir akan melibatkan tentara AS lebih jauh ke dalam perang. Selama ini, militer AS membantu pasukan dan milisi Irak melalui serangan-serangan udara terhadap ISIS. AS juga memberikan bantuan persenjataan dan pelatihan militer terhadap tentara dan milisi Irak.

Selain tentara tambahan, Gedung Putih juga mengumumkan pengiriman perlengkapan dan material penting bagi pejuang Kurdi dan kelompok etnis Irak yang juga bertempur melawan ISIS.

(nvc/asp)


Berita Terkait