AS Desak Vatikan Lebih Tegas pada Putin Soal Ukraina

AS Desak Vatikan Lebih Tegas pada Putin Soal Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 10 Jun 2015 17:47 WIB
AS Desak Vatikan Lebih Tegas pada Putin Soal Ukraina
Vladimir Putin (Reuters)
Vatican City - Otoritas Amerika Serikat mendesak Vatikan untuk lebih tegas terhadap Rusia, terkait keterlibatannya dalam konflik Ukraina. Hal ini disampaikan menjelang pertemuan Paus Fransiskus dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Memang tampaknya Rusia membantu separatis dan ada tentara Rusia di wilayah Ukraina," ucap Duta Besar AS untuk Vatikan, Ken Hackett seperti dilansir Reuters, Rabu (10/6/2015).

"Mungkin ini menjadi kesempatan di mana Bapa Suci bisa secara pribadi meningkatkan kepedulian. Tentu Paus Fransiskus telah diberitahu soal situasi yang terjadi di Ukraina bagian timur ... jadi beliau tidak mungkin tidak menyadarinya," imbuhnya.

Pada Februari lalu, Paus Fransiskus menyinggung konflik Ukraina sebagai perang antar Kristen, namun dia tidak menyinggung maupun mengkritik Rusia. Hal ini dipuji oleh Gereja Ortodoks Rusia sebagai pendekatan yang seimbang.

Namun kemudian Vatikan memberikan klarifikasi, setelah seorang Uskup Katolik Ukraina menyebut kata-kata Paus Fransiskus itu menyakitkan bagi seluruh warga Ukraina.

Negara-negara Barat, bersama Ukraina dan NATO kompak menunjukkan bukti bahwa Rusia telah mengerahkan tentaranya dan juga senjata kepada separatis di Ukraina Timur. Menanggapi tudingan ini, otoritas Rusia berulang kali membantah.

Presiden Putin sendiri sempat menyampaikan keprihatinannya terhadap nasib warga Kristen di negara-negara Timur Tengah, terutama Suriah. Isu ini diharapkan akan menjadi topik pembahasan dalam pertemuan Putin dengan Paus Fransiskus di Vatikan.

"Saya ingin melihat apakah dia (Putin) memiliki proposal itu (melindungi warga Kristen). Itu akan sangat membantu," ujar Hackett saat berbicara dalam forum soal pertukaran informasi keuangan antara AS dengan Vatikan.

Pertemuan Putin dengan Paus Fransiskus ini, akan menjadi pertemuan kedua bagi kedua figur tersebut setelah pelantikan Paus Fransiskus pada tahun 2013 lalu.

(nvc/ita)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads