Aziz Dweik yang menjabat sebagai Ketua Dewan Legislatif Palestina (PLC) ditangkap militer Israel pada 16 Juni 2014. Saat itu, otoritas Israel menggelar pencarian besar-besaran terhadap tiga remaja yang diculik oleh militan terkait Hamas di Tepi Barat.
Selama operasi pencarian digelar, jasad ketiga remaja Israel itu ditemukan. Otoritas Israel lantas menangkap ratusan warga Palestina yang dicurigai terlibat penculikan dan pembunuhan ketiga remaja itu. Sebagian besar yang ditangkap merupakan anggota Hamas, termasuk Dweik.
Seperti dilansir AFP, Rabu (10/5/2015), Dweik dibebaskan oleh otoritas Israel pada Selasa (9/6) waktu setempat, setelah nyaris setahun ditahan di Ofer Prison, dekat Ramallah, Tepi Barat.
Penangkapan besar-besaran oleh Israel memicu serangan roket dari wilayah Jalur Gaza. Hingga akhirnya berujung konflik bersenjata selama 50 hari antara Israel dengan Hamas, yang memakan banyak korban jiwa.
Menurut Klub Tahanan Palestina yang berbasis di Ramallah, sekitar 12 orang dari total 130 anggota parlemen yang tergabung dalam PLC ditangkap oleh Israel, termasuk Dweik.
Anggota-anggota PLC sudah tidak menggelar rapat sejak tahun 2007, setelah terjadi perseteruan besar antara Fatah yang dipimpin Presiden Palestina Mahmoud Abbas dengan kelompok Hamas yang menguasai Gaza.
(nvc/ita)











































