Personel militer tambahan yang dikerahkan ke Irak ini, akan menjadi penasihat militer dan memberikan pelatihan pada tentara Irak dalam melawan ISIS. Demikian disampaikan sumber yang memahami rencana ini, seperti dilansir Reuters, Rabu (10/6/2015).
Menurut sumber tersebut, Presiden AS Barack Obama dijadwalkan memberikan persetujuan terakhirnya soal rencana ini pada Rabu (10/6) pagi waktu setempat. Jika disetujui, hal ini akan menjadi langkah signifikan AS pertama setelah ISIS berhasil menguasai Ramadi di Provinsi Anbar, bulan lalu.
Seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya menuturkan, rencana ini diharapkan bisa membantu pasukan dan milisi Irak dalam bertempur melawan ISIS dan merebut kembali Ramadi. Sejak Ramadi dikuasai ISIS, militer AS mulai mempercepat pengiriman senjata kepada tentara Irak dan melakukan analisis mendalam untuk meningkatkan program pelatihan terhadap pasukan Irak.
Tidak diketahui pasti jumlah tambahan tentara AS yang akan dikerahkan ke Irak. Namun seorang pejabat AS lainnya menyebut, penambahan itu kemungkinan besar mencapai ratusan personel. Pejabat AS lainnya mengatakan, tambahan tentara itu tidak akan lebih dari 500 personel.
Militer AS telah memulai pelatihan tentara Irak di pangkalan militer al-Asad yang terletak di wilayah Anbar bagian barat. Tidak diketahui ada berapa tentara tambahan yang dikirimkan ke Anbar. Namun seorang pejabat AS menyebutkan, tentara yang dikerahkan ke Anbar akan ditempatkan di pangkalan militer baru.
Mengenai lokasi pangkalan militer baru, kemungkinan itu akan berada di wilayah dekat kota Habbaniya, yang juga menjadi lokasi pangkalan militer Irak. Dengan pangkalan militer yang baru, militer AS akan bisa memberikan dukungan yang lebih besar bagi pasukan dan milisi Irak dalam melawan ISIS.
"Kami sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk meningkatkan pelatihan dan memperlengkapi pasukan Irak demi mendukung mereka bertempur melawan ISIL (nama lain ISIS-red). Opsi itu termasuk mengirimkan para pelatih tambahan ke Irak," tutur juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Alistair Baskey.
(nvc/ita)










































