Keduanya diidentifikasi sebagai Navdeep Singh Jaryal, seorang pelajar Singapura dan Mohammad Ghazi Mohamed, seorang guru Singapura. Kedua jasad akan dikirimkan ke Singapura setelah pemeriksaan forensik lebih jauh di Malaysia.
Dengan temuan dua jasad ini, otoritas Malaysia menyatakan akan menghentikan operasi pencarian dan penyelamatan.
"Ini merupakan dua orang terakhir yang hilang. Kami akan menghentikan pencarian dan penyelamatan di penghujung hari ini," ujar Mohammad Farhan Lee Abdullah, kepala kepolisian Kota Ranau, tempat berlokasinya Gunung Kinabalu seperti dilansir AFP, Rabu (10/6/2015).
Sebelumnya pada Senin, 8 Juni, pemerintah Singapura mengumumkan hari berkabung nasional guna mengenang para pelajar dan guru yang tewas akibat gempa di Sabah tersebut. Dari 18 korban jiwa, 10 orang di antaranya adalah warga Singapura, yang terdiri dari 7 siswa SD dan 3 guru mereka.
Para siswa dan guru tersebut merupakan bagian dari 29 murid dan 8 guru Sekolah Dasar Tanjong Katong, Singapura yang melakukan pendakian di Gunung Kinabalu sebagai bagian dari program sekolah.
Gempa 6 Skala Richter yang mengguncang wilayah gunung tersebut pada Jumat, 5 Juni lalu, telah menyebabkan tanah longsor hebat yang menimbun para pendaki saat itu. Gunung Kinabalu memang dikenal sebagai tujuan pendakian populer.
(ita/ita)










































