Ada Wabah MERS, Presiden Korsel Tunda Kunjungan ke AS

Ada Wabah MERS, Presiden Korsel Tunda Kunjungan ke AS

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 10 Jun 2015 10:52 WIB
Ada Wabah MERS, Presiden Korsel Tunda Kunjungan ke AS
wabah MERS di Korsel (Reuters)
Seoul, - Presiden Korea Selatan (Korsel) Park Geun-hye menunda kunjungan kenegaraannya ke Amerika Serikat. Penundaan ini dilakukan di tengah wabah penyakit Sindrom Pernapasan Timur Tengah atau Middle East Respiratory Syndrome (MERS) yang melanda Korsel.

Kantor kepresidenan Korsel menyatakan seperti dilansir kantor berita resmi Korsel, Yonhap dan dilansir Reuters, Rabu (10/6/2015), Park menunda lawatan agar dirinya bisa mengawasi upaya negeri itu memerangi wabah MERS yang terus merenggut jiwa.

Semula Park dijadwalkan bertolak menuju AS pada Minggu, 14 Juni. Dia direncanakan mengadakan pertemuan dengan Presiden AS Barack Obama pada Selasa, 16 Juni mendatang. Dengan penundaan ini, belum diketahui kapan jadwal baru kunjungan Park.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejauh ini, total 9 orang meninggal dunia di Korsel akibat virus berbahaya tersebut. Kementerian Kesehatan Korsel juga memastikan munculnya 13 kasus MERS baru di negeri itu. Hal ini semakin menambah jumlah kasus hingga menjadi total 108 kasus terinfeksi MERS di Korsel sejak 20 Mei lalu.

Menurut Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit Uni Eropa (ECDC), Korsel kini menempati peringkat ketiga dalam daftar negara-negara dengan jumlah pasien MERS terbanyak. Peringkat pertama dan kedua diduduki Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Korban meninggal pertama kasus MERS di dunia tercatat pada Juni 2012 di Arab Saudi. Virus MERS ini berasal dari keluarga koronavirus yang mencakup virus flu dan SARS, dan dapat menyebabkan demam, gangguan pernapasan, pneumonia dan gagal ginjal.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejauh ini, secara global total kasus MERS mencapai 1.244 pasien, dengan setidaknya 446 kematian.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads