Kantor kepresidenan Korsel menyatakan seperti dilansir kantor berita resmi Korsel, Yonhap dan dilansir Reuters, Rabu (10/6/2015), Park menunda lawatan agar dirinya bisa mengawasi upaya negeri itu memerangi wabah MERS yang terus merenggut jiwa.
Semula Park dijadwalkan bertolak menuju AS pada Minggu, 14 Juni. Dia direncanakan mengadakan pertemuan dengan Presiden AS Barack Obama pada Selasa, 16 Juni mendatang. Dengan penundaan ini, belum diketahui kapan jadwal baru kunjungan Park.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit Uni Eropa (ECDC), Korsel kini menempati peringkat ketiga dalam daftar negara-negara dengan jumlah pasien MERS terbanyak. Peringkat pertama dan kedua diduduki Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Korban meninggal pertama kasus MERS di dunia tercatat pada Juni 2012 di Arab Saudi. Virus MERS ini berasal dari keluarga koronavirus yang mencakup virus flu dan SARS, dan dapat menyebabkan demam, gangguan pernapasan, pneumonia dan gagal ginjal.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejauh ini, secara global total kasus MERS mencapai 1.244 pasien, dengan setidaknya 446 kematian.
(ita/ita)











































