9 Warga Korsel Meninggal Akibat MERS, Muncul 13 Kasus Baru

9 Warga Korsel Meninggal Akibat MERS, Muncul 13 Kasus Baru

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 10 Jun 2015 08:37 WIB
9 Warga Korsel Meninggal Akibat MERS, Muncul 13 Kasus Baru
Reuters
Seoul - Otoritas Korea Selatan (Korsel) melaporkan dua korban tewas terbaru akibat virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Sejauh ini, total 9 orang meninggal dunia di Korsel akibat virus berbahaya tersebut.

Kementerian Kesehatan Korsel juga memastikan munculnya 13 kasus MERS baru di wilayahnya. Hal ini semakin menambah jumlah kasus menjadi total 108 kasus terinfeksi MERS yang tercatat terjadi di Korsel sejak 20 Mei lalu.

Seperti dilansir AFP, Rabu (10/6/2015), dua korban tewas terbaru terdiri atas seorang wanita berusia 75 tahun dan seorang pria berusia 62 tahun. Tidak disebut lebih lanjut identitas keduanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun disebutkan oleh otoritas Korsel bahwa kedua korban tewas itu terinfeksi virus MERS saat menjalani perawatan di Samsung Medical Centre, salah satu rumah sakit terbesar di Seoul yang menjadi salah satu lokasi utama penyebaran MERS.

Dari 13 kasus MERS baru, sebanyak 10 kasus terjadi di Samsung Medical Centre. Tiga kasus baru lainnya didiagnosis terinfeksi MERS di tiga rumah sakit berbeda, yakni dua rumah sakit di kota Daejeon dan satu rumah sakit di dekat pinggiran Seoul.

Menurut Kementerian Kesehatan Korsel, seperti dilansir Reuters, dua korban tewas terbaru merupakan pasien kanker. Seluruh korban tewas akibat MERS di Korsel dilaporkan telah mengalami gangguan kesehatan serius sebelum mereka dinyatakan positif terinfeksi.

Seluruh kasus terinfeksi MERS di Korsel masih terbatas pada rumah sakit, sehingga otoritas kesehatan Korsel bisa memastikan bahwa penyebaran MERS belum meluas hingga ke masyarakat di luar rumah sakit. Kendati demikian, upaya pencegahan penyebaran MERS masih terus dilakukan oleh otoritas Korsel.

MERS disebut sebagai virus yang lebih mematikan namun tidak menular separah sepupunya, Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) yang telah menewaskan ratusan orang ketika mewabah di Asia pada tahun 2003 lalu. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), belum ada vaksin atau obat untuk menyembuhkan MERS yang memiliki tingkat kematian sekitar 35 persen. (nvc/asp)


Berita Terkait