2 Napi Kabur dari Penjara New York, Pegawai Wanita Diselidiki

2 Napi Kabur dari Penjara New York, Pegawai Wanita Diselidiki

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 09 Jun 2015 17:36 WIB
2 Napi Kabur dari Penjara New York, Pegawai Wanita Diselidiki
napi melubangi tembok sel (AFP)
New York, - Seorang wanita yang bekerja di penjara New York, Amerika Serikat diselidiki terkait kaburnya dua tahanan dari penjara berpengamanan maksimum itu. Wanita itu diduga membantu pelarian dua napi berbahaya itu.

Richard Matt (48) dan David Sweat (34) diketahui menghilang dari Lembaga Pemasyarakatan Clinton di kota Dannemora, New York pada Sabtu (7/6) pukul 05.30 pagi waktu setempat saat pengecekan tahanan. Kedua pria itu sengaja meninggalkan baju-baju mereka di tempat tidur untuk menimbulkan kesan bahwa mereka masih berada di sel mereka.

Menurut sumber penegakan hukum seperti dikutip CNN, Selasa (9/6/2015), pegawai wanita tersebut bertugas menjahitkan pakaian di penjara tersebut.

Wanita itu diketahui sangat mengenal kedua napi yang kabur. Meski telah diinterogasi, namun saat ini belum ada dakwaan yang dijeratkan pada wanita itu. Dia juga tidak ditahan.

Kepolisian negara bagian New York menyatakan, kedua napi itu menggunakan alat bor listrik untuk melubangi tembok dan pipa pemanas. Keduanya kemudian menembus bagian dalam terowongan yang berada di bagian dalam penjara, dan keluar melalui penutup lubang di jalanan. Belum diketahui bagaimana mereka bisa mendapatkan alat bor listrik atau mengetahui rute dari terowongan ke jalanan.

Lebih dari 250 aparat penegak hukum, termasuk agen FBI dikerahkan dalam operasi pengejaran kedua terpidana pembunuhan tersebut. Gubernur New York Andrew Cuomo telah mengumumkan hadiah uang sebesar US$ 100 ribu (sekitar Rp 1,3 miliar) bagi siapapun yang bisa memberikan informasi untuk menangkap kedua napi berbahaya tersebut.

"Mereka benar-benar berbahaya, orang-orang yang putus asa," cetus Cuomo.

Menurut Cuomo, selama ini belum pernah ada yang bisa kabur dari penjara berpengamanan maksimum yang dibangun pada tahun 1845 tersebut. "Dengan begitu, ini suatu tindakan yang luar biasa," kata Cuomo.

Matt dihukum karena pembunuhan, penculikan dan perampokan setelah berkelahi dengan seorang pria hingga tewas pada tahun 1997. Dia menjalani hukuman 25 tahun penjara. Sedangkan Sweat dinyatakan bersalah dalam pembunuhan tingkat pertama atas wakil sheriff Kevin Tarsia tahun 2002 dan menjalani hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.

Sweat digambarkan sebagai pria berkulit putih dengan tinggi badan sekitar 5 kaki dan berat 74 kg dengan tato di bisep dan jari-jarinya. Adapun Matt tingginya 6 kaki, berat sekitar 95 kg dengan tato "Mexico Forever" di punggungnya, tato jantung di dada dan bahu kiri, dan tato lencana Korps Marinir di bahu kanannya.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads