Seperti dilansir media setempat, South China Morning Post, Selasa (9/6/2015), jasad wanita ini diidentifikasi sebagai Astutik Supardi Wiji yang berusia 37 tahun dan berasal dari Indonesia. Menurut polisi setempat, Astutik tengah mencari suaka politik setelah tiba di Hong Kong pada tahun 2007 lalu.
Jasad WNI ini ditemukan oleh seorang pria yang hendak berangkat kerja di dekat perempatan Jalan Shanghai pada Senin (8/6) sekitar pukul 10.45 waktu setempat. Lokasi temuan jasad ini tepatnya berada di trotoar di Jalan Changsha.
"Penjaga toko tersebut tiba untuk bekerja dan menemukan kasur lipat di luar toko. Ketika dia menendangnya, lengan manusia menjulur keluar dari kasur. Dia terkejut," tutur pemilik kios reparasi jam tangan di dekat lokasi kejadian, Or Man.
Menurut Or, pria yang menemukan mayat itu langsung berlari ke kiosnya dan memintanya untuk menghubungi polisi. Keterangan saksi mata menyebut, kasur lipat itu sudah dibuang di lokasi sejak Minggu (7/6) waktu setempat.
"Tidak ada luka fatal yang ditemukan dalam pemeriksaan forensik awal, tapi terdapat luka memar pada lengan dan kaki," ujar Pelaksana Tugas Inspektur Kepala Lo Chung-wong dari unit kriminal wilayah Kowloon West.
"Penyebab kematian belum diketahui pasti. Autopsi dan pemeriksaan toksikologi akan dilakukan," imbuhnya.
Lo menambahkan, pemeriksaan forensik juga mengindikasikan bahwa wanita WNI itu sudah tewas sehari sebelum ditemukan. Barang-barang milik korban termasuk dompet, cincin dan gelang tidak diambil. Ini mengindikasikan kasus ini bukan perampokan.
Penyelidikan mendalam atas kasus ini masih berlangsung. Menurut Lo, WNI ini diketahui biasa tidur di jalanan dan seringkali tidur di atas kasur yang tergeletak di Jalan Changsha.
(nvc/ita)










































