AS Terus Buru 2 Napi yang Kabur Bak Adegan Film Hollywood

AS Terus Buru 2 Napi yang Kabur Bak Adegan Film Hollywood

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 09 Jun 2015 16:22 WIB
AS Terus Buru 2 Napi yang Kabur Bak Adegan Film Hollywood
Foto: AFP
New York, - Otoritas Amerika Serikat terus melakukan pengejaran dua tahanan berbahaya yang kabur dari penjara bak adegan film Hollywood. Memasuki hari keempat pencarian, para penyelidik fokus ke apakah mereka dibantu staf penjara.

Richard Matt (48) dan David Sweat (34) diketahui menghilang dari Lembaga Pemasyarakatan Clinton di kota Dannemora, New York pada Sabtu (7/6) pukul 05.30 pagi waktu setempat saat pengecekan tahanan. Kedua pria itu sengaja meninggalkan baju-baju mereka di tempat tidur untuk menimbulkan kesan bahwa mereka masih berada di sel mereka.

Kepolisian negara bagian New York menyatakan, kedua napi menggunakan alat bor listrik untuk melubangi tembok dan pipa pemanas. Keduanya kemudian menembus bagian dalam terowongan yang berada di bagian dalam penjara, dan keluar melalui penutup lubang di jalanan. Belum diketahui bagaimana mereka bisa mendapatkan alat bor listrik atau mengetahui rute dari terowongan ke jalanan.

Gubernur New York Andrew Cuomo yakin bahwa kedua napi itu mendapatkan bantuan orang dalam.

"Ada tiga macam pegawai di penjara itu. Ada penjaga, pegawai sipil dan kontraktor swasta yang datang untuk bekerja," ujar Cuomo pada stasiun televisi NBC, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (9/6/2015). Di penjara berpengamanan maksimum tersebut memang tengah berlangsung pekerjaan konstruksi.

"Kita lebih dulu menyelidiki pegawai sipil dan kontraktor swasta. Saya akan terkejut jika penjaga penjara terlibat dalam ini namun... mereka tak bisa melakukan ini seorang diri," imbuhnya.

Media Amerika menyamakan pelarian kedua tahanan itu dengan adegan-adegan di film "The Shawshank Redemption" yang diproduksi pada tahun 1994 berdasarkan novel Stephen King, juga film "Escape from Alcatraz."

Lebih dari 250 aparat penegak hukum, termasuk agen FBI dikerahkan dalam operasi pengejaran kedua terpidana pembunuhan tersebut. Cuomo telah mengumumkan hadiah uang sebesar US$ 100 ribu (sekitar Rp 1,3 miliar) bagi siapapun yang bisa memberikan informasi untuk menangkap kedua napi berbahaya tersebut.

"Mereka benar-benar berbahaya, orang-orang yang putus asa," cetus Cuomo.

Menurut Cuomo, selama ini belum pernah ada yang bisa kabur dari penjara berpengamanan maksimum yang dibangun pada tahun 1845 tersebut. "Dengan begitu, ini suatu tindakan yang luar biasa," kata Cuomo.

Matt dihukum karena pembunuhan, penculikan dan perampokan setelah berkelahi dengan seorang pria hingga tewas pada tahun 1997. Dia menjalani hukuman 25 tahun penjara. Sedangkan Sweat dinyatakan bersalah dalam pembunuhan tingkat pertama atas wakil sheriff Kevin Tarsia tahun 2002 dan menjalani hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.

Sweat digambarkan sebagai pria berkulit putih dengan tinggi badan sekitar 5 kaki dan berat 74 kg dengan tato di bisep dan jari-jarinya. Adapun Matt tingginya 6 kaki, berat sekitar 95 kg dengan tato "Mexico Forever" di punggungnya, tato jantung di dada dan bahu kiri, dan tato lencana Korps Marinir di bahu kanannya.

(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads